Sutaryono M.MPd Dorong PT WIP Segera Perbaiki Irigasi Menjelang Musim Tanam Rendeng

Oplus_131072

Indramayu/lingkaranistana.id – Menjelang musim tanam rendeng, Anggota DPRD Kabupaten Indramayu Sutaryono, M.MPd menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan para petani. Salah satu hal yang menjadi perhatian utamanya ialah perbaikan saluran irigasi di sekitar kawasan industri, khususnya di wilayah Desa Santing dan Muntur.

Sutaryono menyebutkan, banyak kelompok tani di dua desa tersebut yang mengeluhkan kondisi saluran air yang tersumbat akibat sedimentasi dan aktivitas industri, sehingga berpotensi menimbulkan banjir saat musim hujan.

“Para petani khawatir jika musim hujan tiba, air hujan tidak bisa keluar dengan baik dan menyebabkan genangan yang berpotensi merusak tanaman padi,” ujarnya saat ditemui di Indramayu, Jumat/17/10/2025.

Ia menekankan, keberadaan industri harus diiringi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, dirinya mendorong pihak PT WIP dan perusahaan lain di kawasan tersebut untuk segera melakukan normalisasi saluran air serta memperbaiki drainase agar sistem irigasi kembali berfungsi optimal.

Menurut Sutaryono, langkah perbaikan irigasi bukan sekadar kepentingan petani, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang semestinya diwujudkan secara nyata.

“Industri tidak boleh hanya fokus pada aktivitas ekonomi. Harus ada perhatian terhadap dampak lingkungan dan kesejahteraan warga,” tegasnya.

Ia menambahkan, irigasi menjadi faktor kunci keberhasilan panen, terutama pada musim rendeng yang memerlukan pasokan air stabil. Karena itu, Sutaryono bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak industri untuk membahas langkah konkret penyelesaian masalah tersebut.

“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi banjir baru bergerak. Pencegahan jauh lebih penting,” ungkapnya.

Dari hasil koordinasi terakhir, pihak industri berkomitmen untuk segera melakukan normalisasi saluran air, memperlebar dimensi jembatan aliran, dan membangun saluran baru yang lebih memadai.

Sutaryono menegaskan, DPRD akan melakukan pengawasan langsung agar komitmen tersebut benar-benar terealisasi.

“Kami akan kawal sampai selesai. Jangan sampai janji perusahaan hanya di atas kertas,” ujarnya menegaskan.

Langkah cepat DPRD dan pemerintah daerah ini disambut antusias oleh para petani. Mereka berharap perbaikan dapat segera dilakukan sebelum curah hujan tinggi datang.

Seorang petani asal Desa Muntur mengungkapkan bahwa hampir setiap musim hujan, sawah mereka kerap terendam air akibat saluran tersumbat, sehingga mengakibatkan penurunan hasil panen.

“Kami hanya ingin air mengalir lancar, supaya padi bisa tumbuh normal,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sutaryono menilai aspirasi para petani harus segera ditindaklanjuti karena menyangkut hajat hidup masyarakat luas.

“Pertanian adalah tulang punggung ekonomi masyarakat Indramayu. Maka pemerintah dan dunia usaha harus berkolaborasi menjaga keberlanjutannya,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan aspek penting dalam pembangunan industri modern. Pembangunan ekonomi, menurutnya, tidak boleh mengorbankan keseimbangan alam dan kebutuhan masyarakat sekitar.

“Jika industri tumbuh dengan memperhatikan aspek lingkungan, maka masyarakat akan merasakan manfaat ganda — dari sisi ekonomi dan kesejahteraan,” ungkapnya.

Langkah Sutaryono ini mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat dan kelompok tani yang menilai kehadirannya di lapangan menunjukkan keseriusan DPRD dalam menyalurkan aspirasi rakyat.

Dengan adanya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan pihak industri, Sutaryono optimistis persoalan saluran irigasi dapat segera terselesaikan.

“Kami ingin memastikan petani bisa menanam dengan tenang tanpa takut banjir di musim rendeng,” pungkasnya.
( Maman )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *