Lapor Pak Presiden,!! PT. DPM Pembohong Dan Merugikan Penggiat Tani Durian

SIDIKALANG, Dairi.Sumut- Kehadiran PT.Dairi Prima Mineral {DPM} di Dairi telah memberikan dampak Ngeri bagi Masyarakat Petani disekitaran lokasi pertambangan tersebut, Kengerian itu Hanya dapat dirasakan oleh penduduk sekitar tambang yang menggantungkan hidupnya pada hasil Pertanian di lokasi sekitar daerah yang terimbas oleh ulah Perusahaan Tambang yang rakus akan air tersebut.

Hal tersebut keluhkan oleh Ibu Op.Tomi Br. Purba pada saat Press konference yang difasilitasi oleh Pengembangan Ekonomi Dan Teknologi Selaras Alam {Petrasa} kabupaten Dairi pada Rabu 21 Agustus 2024 di Jln Sidikalang – Medan, Press Konference yang dipandu oleh Staf Advokasi Dairi Duat Sihombing itu
Mengupas tentang dampak untung rugi yang telah ditimbulkan oleh kehadiran PT. Dairi Prima Mineral {DPM} di Dairi, khususnya kecamatan Lae Parira serta Kecamatan Silima Pungga Pungga.

Op. Tomi petani durian yang berasal dari Pandiangan kepada para awak media mengatakan bahwa Kehidupan mereka selama puluhan tahun hingga sekarang, ditopang oleh hasil hasil dari Pertanian, “Saya memiliki Tujuh orang anak yang semuanya menjadi Sarjana sebab hasil Durian yang sudah turun temurun kami geluti sebagai hasil tani kami,” Ujarnya.

Menurut Op.Tomi Br Purba ini, Adapun Lahan pertanian Durian yang di kelola Ibu tersebut seluas Tiga hektar, Sekitar 40 Pokok Duriannya tiap musim panen menghasilkan 3000.0000,00,-/harinya, Bahkan 85% Warga Desa Pandiangan merupakan Petani Durian, Belum lagi desa lainnya yang berada di kecamatan Silima Pungga – Pungga, Kecamatan Si Empat Nempu Hilir sebagai penghasil buah durian desa yang paling terdekat ke area Perusahaan raksasa PT. DPM tersebut,

“Dapat dibayangkan besarnya kerugian yang dialami oleh masyarakat Petani Durian sekitar pertambangan akibat resiko kerusakan lingkungan sekitar yang ditimbulkan perusahaan tambang yang terkesan tidak perduli keramahan lingkungan tersebut,” keluh Op Tomi.

Menimpali Op.Tomi Purba, Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang warga Parongil yang juga petani durian, Mangatur Pardamean Lumban Toruan,
Diutarakan Mangatur bahwa kehadiran pertambangan dikawasan kecamatan Silima Pungga Pungga hanya menjadi menunggu waktu saja akan terjadi hal yang tidak disadari banyak masyarakat sekitar tambang, dimana Dairi berada di kawasan Patahan Gempa Benua Asia, sementara perusahaan pertambangan raksasa tersebut telah melakukan aktivitas Pemboran dibawah kawasan pemukiman penduduk Yang merupakan kawasan yang sudah dihuni oleh nenek moyang mereka turun temurun.

Disisi lain Diakones Santun Sinaga saat Press Konference mengatakan bahwa Pihak PT. DPM itu adalah Pembohong, Ketua yayasan Pelangi Diakonia Kasih itu menegaskan bahwa pihak PT. DPM berbohong dengan mengatakan sudah mendapatkan restu dari warga sekitar pertambangan, Padahal mereka hanya mendapatkan restu dari sedikit orang saja, bukan dari seluruh penduduk yang berada di lokasi Tambang, ” Mereka itu Pembohong,” Tegas Santun Sinaga.

Dokumen kontrak karya yang dikatakan telah dikantongi oleh pihak perusahaan adalah bermasalah, Tidak jelas sampai dimana batas wilayah yang diproduksi, Tehnik penambangannya tak dijelaskan seperti apa, Dan apa saja jenis produksi yang mereka {PT. DPM} tambang dari kawasan pertambangan yang diatas kawasan permukiman masyarakat itu, Mereka Pembohong ,.!! Seru Santun.

Sebelum Press Konference usai, Ketua yayasan Pelangi Diakonia Kasih {YPDK} tersebut berharap agar Media On Line maupun Media cetak sebagai sarana masyarakat yang terimbas atas hadir nya pertambangan di Silima Pungga Pungga, Dapat menyampaikan keluhan mereka kepada Pengambil kebijakan di negeri ini agar meninjau kembali ijin dari Perusahaan perusak lingkungan tersebut {PT. DPM}.

Dalam waktu dekat pada tanggal 29/31 Agustus pihak Petrasa akan menggelar
festival Durian, Tujuan Festival tersebut sebagai bentuk kepedulian pada hasil produksi pertanian Durian yang sudah lama digeluti oleh masyarakat sekitar tambang selama ini, Adapun jenis dari lomba yang digelar dalam kegiatan itu adalah Produk olahan durian, misalnya joruk (makanan khas daerah), Es krim, Lapet, keripik durian, Bolu durian danĀ  dodol durian dan sebagainya. Hingga berakhirnya acara Press Konference dengan Thema “Memperkuat ekonomi petani dan perlawanan kepada perusak lingkungan hidup melalui pemulihan ruang hidup,” Semua aman dan lancar.{M.Panjaitan}.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *