Lahat, Lingkaranistana.id – Program Berobat Gratis dari pemerintah adalah kabar gembira bagi masyarakat, diharapkan membantu bagi masyarakat yang kurang mampu. Namun kendati berobat gratis adalah kabar gembira, banyak sekali lika-liku yang harus dihadapi masyarakat untuk mendapat berobat gratis tersebut. Selasa, 14/01/25
Di RSUD Lahat contohnya, mekanisme yang dilalui untuk dapat menikmati berobat gratis bukan perkara mudah. Terkendala jarak tempuh, pelayanan, aturan yang setiap saat berubah bahkan sampai pada sosialisasi terkait aturan atau tata cara menggapai impian berobat gratis sangat minim.
Dikatakan ilet(35) anak salah seorang pasien yang hendak berobat ke poli mata mengatakan, sistem pendaftaran online berdampak pada penanganan pasien menjadi terhambat
” Kami datang sedari pagi sekali kerumah sakit, berharap agar persiapan operasi berjalan lancar. Alangkah kagetnya kami mendapati bahwa untuk mendaftar berobat sekarang tidak mau tidak harus melalui online, yang menurut kami sangat ribet karena harus menggunakan Handphone serta harus mempunyai pulsa, belum lagi setelah download aplikasi harus menunggu hingga hampir satu jam lebih masih belum bisa daftar karena adanya ketidaksesuaian data” jelas nya
” juga pada saat antri menggunakan pelayanan umum melalui poli 2, ditinggal petugas jemput anak sekolah sehingga pelayanan umum sempat terabaikan lebih kurang 30 menit” tuturnya lagi
Pice Kepala Humas RSUD Lahat mengatakan silahkan membuat Form pengaduan
” Terkait keluhan langsung ajukan pengaduan kami tidak memiliki kuasa lebih, Kami sebagai humas lain devisi dengan pelayanan setalah pengaduan kami terima maka kami akan mengajukan pengaduan atau keluahan pasien ke atasan kami” ungkap Pice lantang kepada pewarta diruang kerjanya
Lebih lanjut dikatakannya terkait sangsi dan memindah tugaskan pegawai adalah kewenangan Humas
” Disini kami siap menjalankan tugas sesuai dengan perintah atasan, untuk tindak lanjut dari pengaduan pasien akan kami tindak lanjuti secepatnya” tegas Pice
Herly












