Indramayu/lingkaranistana.id – Semangat membangun dari desa terus menyala. Desa Sanca di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, menjadi salah satu contoh nyata bagaimana Dana Desa bisa menjadi pemantik perubahan. Di tahun 2025 ini, desa tersebut memanfaatkan Dana Desa Tahap I Non Earmark sebesar Rp150 juta untuk membangun jalan rabat beton sepanjang 210 meter.
Pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek fisik. Bagi warga, ini adalah simbol kemajuan dan harapan baru. Kepala Desa Sanca, Nyai Nur Komariah, menyebut jalan tersebut sebagai ” jembatan harapan” karena
membuka akses yang lebih lancar bagi mobilitas warga, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan memperkuat konektivitas sosial.
Menariknya, pengerjaan proyek ini tak lepas dari tangan warga sendiri. Melalui skema pemberdayaan masyarakat, pembangunan jalan melibatkan langsung tenaga lokal, menciptakan lapangan kerja sementara, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
“Kami tidak hanya membangun jalan, tapi juga membangun semangat gotong royong. Semua ini hasil musyawarah warga,” ujar Nyai Nur Komariah,SPd.I.
Pada Selasa/22/04/2025.
Proyek ini juga diawasi secara ketat oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Sanca bersama pihak kecamatan. Sekretaris Desa, Dede Rusmansyah, memastikan bahwa proses pembangunan berjalan sesuai standar teknis dan kualitas yang diharapkan.
Warga pun memberikan respons positif. Kepemimpinan Nyai Nur Komariah dinilai berhasil membawa perubahan nyata. Mereka berharap pembangunan tak berhenti di sini, dan Dana Desa terus hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor.
Desa Sanca menunjukkan bahwa pembangunan bisa berhasil jika didukung oleh perencanaan matang, transparansi, dan kolaborasi antarwarga. Dari jalan rabat beton yang baru ini, harapan besar pun dibangun: masa depan desa yang lebih maju dan sejahtera.
( Maman )
Desa Sanca Bangun Jalan, Warga Sambut Harapan Baru












