Indramayu/lingkaranistana.id – Sebanyak 859 keluarga di Desa Panyingkiran Lor, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, menerima bantuan beras dari pemerintah. Masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan 20 kilogram beras yang disalurkan melalui Perum Bulog sebagai bagian dari program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), yang digagas oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Penyaluran bantuan digelar di balai desa setempat dan berlangsung dengan tertib dan lancar. Warga yang hadir tampak antusias dan bersyukur atas bantuan pangan yang sangat membantu di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian besar masyarakat.
Sekretaris Desa Panyingkiran Lor, Tri Yoga, mengapresiasi kehadiran dan perhatian dari pemerintah pusat terhadap masyarakat desa. Ia menyampaikan bahwa bantuan ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama di masa pemulihan pasca pandemi dan kenaikan harga bahan pokok.
“Bantuan ini sangat meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan lagi ke depannya,” ujarnya. Pada Kamis/31/07/2025,
di sela sela kesibukannya.

Beberapa warga penerima bantuan juga menyampaikan rasa terima kasih dan harapan mereka. Ruslidi, warga Blok Pasar Senen, menyebut bantuan beras tersebut sangat membantu kebutuhan keluarganya.
“Terima kasih kepada pemerintah. Di tengah kondisi sulit seperti sekarang, bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ucapnya penuh haru.
Senada dengan itu, Mastur, warga Blok Runtad, menyampaikan apresiasi atas kelancaran pembagian bantuan. Ia menilai program ini sangat tepat sasaran dan diharapkan bisa terus hadir secara berkala.
Menariknya, dalam proses distribusi bantuan kali ini, sejumlah mahasiswa dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu turut ambil bagian. Mereka membantu dalam pengaturan antrean, pendataan, serta membantu para lansia yang kesulitan membawa beras ke rumah. Kehadiran para mahasiswa disambut baik oleh perangkat desa dan warga, karena sangat membantu kelancaran kegiatan.
“Mahasiswa KKN kami libatkan untuk membantu proses teknis agar pembagian berjalan lebih cepat dan tertib. Mereka juga memberi contoh semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Tri Yoga.
Melalui program CPP ini, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan dan menjamin ketersediaan serta keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat kurang mampu.
Desa Panyingkiran Lor pun berharap, selain bantuan beras, ke depannya bantuan dapat dikembangkan dalam bentuk lain seperti minyak goreng, telur, atau bahan pokok lain yang juga menjadi kebutuhan penting masyarakat.
( Maman )












