Indramayu/lingkaranistana.id – Suasana panas kembali menyelimuti Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. Ratusan warga dan pedagang Pasar Kedungwungu tumpah ruah di halaman Kantor Desa, menyuarakan protes keras terhadap rencana revitalisasi pasar dan kepemimpinan Kuwu Baharudin Baharsyah.Pada Kamis/07/08/2025.
Sejak pukul 09.00 WIB, massa yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar (IPP) bersama warga sekitar membawa spanduk penolakan, dengan satu tuntutan utama: Baharudin harus mundur dari jabatan Kepala Desa ( Kuwu ).
Menurut para pengunjuk rasa, rencana revitalisasi Pasar Kedungwungu disusun tanpa keterbukaan dan dinilai sarat kepentingan pribadi. Warga merasa keputusan tersebut tidak melibatkan mereka sebagai pihak yang paling terdampak.
“Kami sudah cukup bersabar. Perdes tentang revitalisasi ini dibuat sepihak, tanpa mendengar aspirasi kami. Pedagang hanya dijadikan korban,” seru Suwarto, salah satu orator yang berdiri di atas mobil komando.
Kritik terhadap Baharudin tak berhenti pada isu revitalisasi saja. Massa juga menyoroti pengelolaan Dana Desa sejak 2022 hingga 2025 yang dianggap janggal dan perlu diaudit. Mereka mendesak Inspektorat Kabupaten Indramayu turun tangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Tensi sempat meninggi ketika beberapa demonstran mencoba memasuki kantor desa. Kericuhan kecil sempat terjadi, namun aparat keamanan dari unsur TNI-Polri yang berjaga berhasil mengendalikan situasi sehingga aksi tetap berlangsung tertib.
Ironisnya, Kepala Desa ( Kuwu ).Baharudin Baharsyah tak tampak batang hidungnya selama aksi berlangsung. Ketidakhadirannya memicu kekecewaan warga.
“Kami kecewa berat. Sudah berkali-kali kami datang, tapi kepala desa selalu menghindar. Ini bukan sikap pemimpin, ini pengecut,” ucap Indah Hasanah, perwakilan IPP, kepada awak media.
Di tengah memanasnya situasi, Camat Anjatan, Kapolsek, dan Danramil turun tangan untuk menjembatani dialog antara perwakilan massa dan pihak desa. Meski begitu, hingga berita ini dibuat, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Desa Kedungwungu maupun Baharudin.
Tak hanya mendesak mundurnya Kuwu, warga juga mengingatkan kembali janji Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, yang pernah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini. Namun warga mengaku belum melihat langkah nyata dari pemerintah daerah.
“Kami ingat betul, Pak Wabup pernah janji akan turun tangan. Tapi sampai sekarang tidak ada perubahan. Ini bukan lagi soal pasar, ini soal kepercayaan publik yang hancur,” tegas Edi Manguntopo, tokoh masyarakat yang turut hadir dalam aksi.
( Maman )
Warga dan Pedagang Kepung Kantor Desa Kedungwungu, Desak Kades Baharudin Mundur












