Indramayu/lingkaranistana.id – Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, menuai sorotan warga. Sejumlah pekerja terlihat mengerjakan proyek tersebut tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar seperti helm, sarung tangan, maupun sepatu safety, dan tidak ada pengawas atau pelaksana proyek.
Yang lebih menggelitik, papan proyek yang seharusnya menjadi sumber informasi publik justru hanya disandarkan secara terbalik. Akibatnya, masyarakat kesulitan mengetahui detail penting, termasuk asal anggaran maupun nilai proyek tersebut.
Selain itu, pekerjaan TPT ini ternyata tidak menggunakan molen sebagai alat pencampur material beton, mesin molen yang seharusnya di gunakan untuk mengaduk matrial beton hanya di biarkan terparkir tanpa di gunakan. Para pekerja justru mengolah adukan secara manual dengan cangkul, yang menimbulkan pertanyaan terkait kualitas hasil pembangunan.

Menurut warga sekitar mengaku kecewa atas kondisi ini.
“Masyarakat berhak tahu anggaran dari mana dan berapa besarannya. Kalau papan proyek saja terbalik, jadi terkesan ada yang ditutupi,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Pada Rabu/20/08/2025.
Saat tim mencoba melakukan konfirmasi dilokasi tidak ditemukan satupun pengawas atau pelaksana proyek yang dapat dimintai keterangan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun dinas terkait mengenai alasan papan informasi dipasang terbalik dan pekerja yang tidak dibekali APD.
Proyek yang semestinya membawa manfaat bagi warga kini justru menjadi perbincangan hangat, karena minimnya transparansi dan lemahnya pengawasan.
( Tim )












