Warga Krangkeng Keluhkan Pabrik Sepatu, Gus Asyrof Janji Perjuangkan di DPRD Jabar

Oplus_131072



Indramayu/lingkaranistana.id – Kegiatan sosialisasi peraturan daerah (Perda) yang digelar Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhammad Asyrof Abdik, di Desa Dukuh Jati, Kecamatan Krangkeng, Indramayu, menjadi ajang curahan hati masyarakat.Pada Jum’at/19/09/2025.

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan keresahan terkait keberadaan pabrik sepatu yang dinilai belum mengutamakan tenaga kerja lokal. Salah satunya disampaikan Abdul Mufid, warga Krangkeng, yang menilai pabrik belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat sekitar.

“Pabrik berdiri di wilayah Krangkeng, maka seharusnya memaksimalkan perekrutan tenaga kerja dari warga lokal. Jika tidak, dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak di masyarakat,” ujarnya.

Mufid juga mengungkap adanya dugaan pungutan liar dalam proses rekrutmen. Ia berharap, keberadaan industri dapat benar-benar menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Terima kasih kepada Gus Asyrof yang telah hadir di Indramayu dan mau berdialog langsung dengan masyarakat Krangkeng. Ini merupakan langkah konkret untuk mendorong lahirnya aturan agar pabrik-pabrik di Kabupaten Indramayu lebih memprioritaskan warga lokal sebagai tenaga kerja,” tambahnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gus Asyrof mengapresiasi keterbukaan warga. Politisi muda PKB yang akrab disapa Gus Asyrof itu menegaskan pentingnya silaturahmi untuk mengetahui persoalan nyata di lapangan.

“Interaksi dan silaturahmi ini penting bagi saya untuk mengetahui langsung persoalan yang ada di masyarakat. Inilah alasan mengapa kegiatan ini harus dilakukan,” katanya.

Ia menjelaskan, sosialisasi Perda bukan hanya menyampaikan aturan, tetapi juga menyelaraskan regulasi dengan kebutuhan masyarakat.

“Saya lebih senang bertemu langsung dengan masyarakat, baik tokoh agama maupun kalangan anak muda yang menjadi agen pembangunan di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Terkait keluhan soal pabrik sepatu, Gus Asyrof memastikan persoalan itu akan menjadi perhatian serius di DPRD Jawa Barat.

“Upaya ini semata-mata agar permasalahan pabrik sepatu di Kecamatan Krangkeng dapat menemukan titik temu dan diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Indramayu, H. Azun Mauzun. Menurutnya, sikap responsif Gus Asyrof patut diapresiasi.

“Jarang ada anak muda yang mau turun langsung mendengarkan keluhan masyarakat untuk membantu mengatasi persoalan. Ini sangat menginspirasi,” pungkasnya.
( Maman )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *