Sungguh miris lagi-lagi SDM PT.Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Sei Kebara lemah di duga berpotensi merugikan Perusahaan Plat Merah.

Labuhanbatu Lingkaran istana Selatan 14/02/2025. Kerugian yang berkesinambungan berakibat bangkrut nya suatu usaha. *Lingkaran Istana*.

 

Dalam suatu usaha/bisnis tujuan akhir adalah profit. Profit memberikan dampak yang positif terhadap keberlangsungan suatu usaha/bisnis. Dengan demikian pemilik/owner pastilah sudah memiliki perhitungan dalam penerimaan tenaga kerja untuk melangsungkan operasional usaha/bisnis. Penerimaan tenaga kerja di buat kepada individu/personil yang berkompeten dalam bidang tersebut,sehingga memberikan kontribusi demi berkembang nya usaha.

 

Lagi dan lagi ditemukan di perusahaan plat merah yakni PT.Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Sei Kebara di Labuhanbatu Selatan mengalami kerugian karena memiliki Sumber Daya Manusia ( SDM ) lemah serta lalai. Hal demikian terjadi berdasarkan temuan awak media di lapangan areal Afdeling I Sei Kebara. Adapun temuan tersebut pada Senin 10/02/2025 adalah sebagai berikut:

1. Melakukan kegiatan Panen Buah Kelapa Sawit dengan Pemupukan di hari yang bersamaan dan tempat yang bersamaan. Kata lain melakukan kegiatan Manual dan Berbahan kimia.

2. Pemakaian karung bekas pupuk untuk wadah Brondolan

3. Pelepah sengkleh kering

4. Banyak nya terdapat TBS yang di kerat oleh Tikus

5. Plastik eks pupuk yang berceceran di sepanjang jalan

Awak media pada Kamis 13/02/2025 mempertanyakan temuan poin pertama kepada Asisten Afdeling I selaku pimpinan di Afdeling tersebut. Mengapa hal tersebut dapat terjadi dan apakah pimpinan anda tidak koreksi rencana kerja yang di ajukan. Asisten Afdeling tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut,lalu awak media bertanya lagi apakah kegiatan ini benar dan dibenarkan kah oleh Managemen,namun Asisten Afdeling menjawab *” kegiatan pemupukan dilakukan terlebih dahulu kemudian di lanjut lagi kegiatan panen”* dan awak media merespon kembali dengan mengulangi pertanyaan yang sama yaitu apakah kegiatan ini benar dan dibenarkan kah oleh Managemen dan Asisten Afdeling hanya menjawab teknis kerja di lapangan seperti jawaban sebelum nya *”kegiatan pemupukan dilakukan terlebih dahulu kemudian di lanjut lagi kegiatan panen”*.

 

 

Atas ketidakmampuan Asisten Afdeling tersebut menjawab,awak media berpindah pertanyaan pada poin ke 2 yakni,mengapa karung bekas pupuk dipakai sebagai wadah/tempat Brondolan pada saat Selasa 10 Februari 2025 dan Kamis 13 Februari 2025. Kemudian Asisten Afdeling menjawab *” Untuk yang temuan hari ini saya sudah instruksikan agar di ganti karung nya dan untuk kedepan nya kita akan lebih tegas lagi supaya tidak terjadi lagi”*.

 

Kemudian awak media melanjutkan kembali pada pertanyaan poin yang ke tiga yaitu Pelepah sengkleh kering masih banyak di dapati di lapangan/areal Afdeling I Kebun Sei Kebara,lalu Asisten Afdeling menjawab *”Kita tetap lakukan secara progresive”*. Awak media kembali bertanya lagi. Mengapa masih banyak di temukan areal pelepah kering yang sengkleh,dan mengapa bisa begitu cepat di lakukan pekerjaan tersebut sekitar 10 pokok dari tepi jalan dapat selesai pada saat adanya kunjungan Komisaris Utama dan Asisten Afdeling menjawab *”kami masih tetap melakukan secara Progresive “* dan selanjut nya awak media melanjutkan pertanyaan berikut pada poin ke empat Banyak nya terdapat TBS yang di kerat oleh Tikus. Asisten Afdeling menjawab atas pertanyaan dari temuan ke empat *” kami sudah melakukan pengendalian terhadap tikus “* ,awak media bertanya kembali cara apa pengendalian nya dan Asisten Afdeling menjawab *”pemberian Racun “*. Awak media menanyakan kembali bagaimana tentang pengendalian tikus dengan menggunakan Burung Hantu ( Tyto alba ) dalam Gupon, Asisten Afdeling menjawab kembali *”ya tetap berjalan”* ,namun ketika awak media menanyakan kembali ada kah foto Burung Hantu ( Tyto alba ) dalam Gupon dan ternyata Asisten Afdeling tidak mampu menunjukkan foto tersebut pada awak media,dan sehingga awak media melanjutkan pertanyaan atas temuan ke lima yakni Plastik eks pupuk yang berceceran di sepanjang jalan dan Asisten Afdeling kembali menjawab *”kami akan perbaiki kembali dan plastik tersebut sudah di pungut kembali “*

 

Dari hasil komfirmasi dengan Asisten Afdeling I Sei Kebara ada 3 pertanyaan dari 3 temuan yang tidak dapat di jawab yakni

1. Mengapa hal tersebut dapat terjadi dan apakah pimpinan anda tidak koreksi rencana kerja yang di ajukan dan apakah kegiatan ini benar dan dibenarkan kah oleh Managemen.

2. Mengapa bisa begitu cepat di lakukan pekerjaan tersebut sekitar 10 pokok dari tepi jalan dapat selesai pada saat adanya kunjungan Komisaris Utama.

3. Menanyakan kembali ada kah foto Burung Hantu ( Tyto alba ) dalam Gupon.

Dengan poin poin yang terjadi diatas diduga menimbulkan kerugian pada perusahaan Plat Merah,apalagi perusahaan tersebut sudah tersertifikasi ISPO yang dimana diduga melanggar pada prinsip prinsip ISPO. Atas temuan tersebut disarankan agar dapat memiliki SDM yang handal dan berkompeten. FAS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *