Lingkaran istana Labuhanbatu Selatan Rabu 12 Maret 2024. Limbah merupakan bahan yang berbahaya terhadap kelangsungan hidup mahluk hidup baik oleh mikro organisme yang berada di tanah dan air maupun bagi kehidupan Manusia,Tumbuhan,Hewan.
Limbah Cair Kelapa Sawit yang berasal dari hasil pegolahan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit. Banyak perusahaan yang bergerak dalam industri perkebunan Kelapa Sawit masih kesulitan dalam pengelolaan limbah cair dari hasil pengolahan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit. Melimpah nya produksi limbah cair tersebut mengakibatkan kadang kala/menunggu momen untuk dibuang ke aliran sungai maupun ke badan tanah/permukaan tanah secara sengaja dengan curah diatas ambang batas yang mengakibatkan terjadi nya pencemaran lingkungan. Menurut informasi bahwa kolam limbah yang ada di dalam PKS hanya berjumlah 7 unit yang besar dan 1 unit yang kecil dengan total luas 3,72 Ha
Hasil temuan awak media menemukan curahan limbah cair Kelapa Sawit di permukaan tanah areal perkebunan perusahaan PT.Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Aek Torop di Afdeling I yang persis dekat dengan Pabrik Kelapa Sawit. Temuan tersebut terdapat 2 lokasi/tempat. Tempat pertama adanya kebocoran pipa yang mengakibatkan areal tersebut terpapar oleh limbah cair Kelapa Sawit sehingga gulma/rumput yang tergenangi oleh limbah cair tersebut menjadi mati.
Kebocoran ini terjadi di duga unsur sengaja karena limpahan limbah cair tersebut sudah mengalir kemana mana. Lokasi pipa bocor tersebut berjarak sekitar 70 meter ke badan sungai. Untuk lokasi kedua adalah di Bak penampungan yang terbuat dari batu bata dan semen. Bak tersebut kondisi bocor,sehingga limbah cair yang di alirkan dari Pabrik ke lapangan melalui instalasi pipa limbah tersebut langsung mengalir ke badan tanah dan dibuatkan alur aliran/Drainase seleber sekitar 30 cm. Lokasi bak penampungan tersebut berada di atas bukit. Dari temuan yang kedua ini awak media menduga kuat bahwa bocor nya bak penampungan tersebut sengaja dilakukan pembocoran. Limbah cair yang mengalir dari bak penampungan ke badan tanah justru di buatkan aliran drainase sehingga limbah mengalir sebagian ke flat bad dan sebagian lagi mengalir bebas di permukaan tanah dari atas bukit hingga ke permukaan lebih rendah. Diduga atas permasalahan ini adanya tindakan pembiaran atas terjadi nya pencemaran lingkungan yang di akibat kan oleh limbah cair Kelapa Sawit.
Dengan temuan tersebut awak media melakukan komunikasi oleh Managemen melalui Sekretaris APK ( Asisten Personalia Kebun ) untuk supaya bisa bertemu langsung dengan Manager PT.Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Aek Torop agar mendapatkan penjelasan terkait temuan tersebut. Hasil dari komunikasi tersebut sampai hari ini tidak memberikan jawaban.Sangat amat disayangkan sikap Managemen PT.Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Aek Torop yang dimana perusahaan tersebut adalah milik pemerintah memiliki SDM yang bertolak belakang terhadap berupa jargon AKHLAK.
Atas permasalahan dari temuan ini diharapkan pihak terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup dapat memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan tersebut karena permasalahan ini diduga keras adalah pembiaran dan bukan kelalaian dengan kata lain unsur sengaja. Awak media meminta kepada pihak terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup agar dapat mengkaji dan duduk bersama dengan perusahaan untuk mengenai limbah cair Kelapa Sawit. Karena Produksi limbah cair tersubut sangat banyak volumenya,sehingga kolam limbah tidak mampu lagi untuk menampung volume limbah yang dihasilkan oleh Pabrik. Yang bertujuan agar masyarakat luas tidak menduga duga Land Aplication adalah sebagai kedok mebludak nya produksi limbah cair Kelapa Sawit yang berasal dari Pabrik yang tidak dapat di kendalikan dalam penampungan. Luapan/curahan limbah cair tersebut yang di dapati adalah pada tanggal 01,03,06 Maret 2025 dan saat kunjungan kembali pada tanggal 12 Maret 2025 limbah cair yang keluar dari pipa ke bak penampungan cor semen tidak berjalan/mengalir lagi.
Awak media akan pertanyakan masalah ini kepada pihak Lingkungan Hidup dan harapan nya pihak terkait tidak ada main mata dengan perusahaan. FAS








