Asahan-LingkaranIstanah.co.id Kecewa akses jalan yang rusak belum diperbaiki oleh empat perusahaan perkebunan sawit. Puluhan warga Dusun XVI, Desa Simpang Empat, Kec.Simpang Empat blokade jalan dengan menanam pohon pisang pada Sabtu 22/3/25.
Kerusakan jalan sepanjang Dusun XVI, Desa Simpang Empat, Kec.Simpang Empat dikarenakan banjir yang melanda selama 7 bulan lebih pada Tahun 2024 lalu. Namun keadaan jalan semakin rusak parah disebabkan armada mobil Dump Truck empat perusahaan yang bermuatan sawit sering melintas jalan tersebut.
Kepada Awak Media LingkaranIstanah.co.id Zulfani Hutabarat mewakili masyarakat menyampaikan, banyak dampak buruk yang dialami masyarakat disebabkan jalan rusak tidak kunjung diperbaiki. Seringnya pengguna sepeda motor terjatuh saat melewati jalan, apalagi korbannya anak-anak sekolah banyak yang terluka dan belum lagi mobil pribadi masyarakat yang sering terbenam. Sehingga menghambat lalu lintas masyarakat.
“Dari data yang kami miliki, ada Empat PT perusahaan perkebunan sawit yang armadanya menggunakan jalan ini untuk mengangkut hasil perkebunan berupa buah sawit. Diantaranya adalah PT Inti Palam Sumatra, PT Ahok, PT Tunas Unggul dan PT Ayam Mas. Sehingga wajar kami dari masyarakat minta perbaikan jalan dari pihak mereka, “ungkapnya
Zulfani melanjutkan, Kami dari masyarakat mendapatkan informasi bahwa selama ini keempat perusahaan tersebut telah memberikan iuran kepada panitia perbaikan jalan Pada Dua Desa yaitu Desa Sei Dua Hulu dan Desa Simpang Empat, yang telah dibentuk di Kantor Desa Sei Dua Hulu. Iuran itu berlaku dari mulai bulan September 2021 sampai Februari 2025.
” Maka dari hitungan kami lebih dari Dua Ratus Juta uang sudah terkumpul, namun sejauh ini masyarakat Dusun XVI tidak ada mengetahui ataupun dilibatkan dalam realisasi penggunaan uang tersebut. Namun faktanya dilapangan kami menemukan banyak jalan yang masih rusak sampai Bulan Maret 2025,”dikatakanya.
Iya menegaskan, untuk itu kemarahan kami memuncak dan merasa dibodohi kenapa tidak ada perbaikan yang kami lihat pada jalan yang rusak tersebut di Dusun XVI Desa Simpang Empat, padahal uang yang dikucurkan sangat besar. Hanya terlihat titi alternatif utk pengguna jalan yang sama sekali tidak memiliki manfaat . Siapa yang menerima uang tersebut, kenapa sangat berani mengatasnamakan untuk perbaikan jalan Dusun XVI, Desa Simpang Empat, “pungkasnya.
Zulfani yang juga Ketua DPD IPK Kec.Simpang Empat menambahkan, maka dari rasa kecewa dan sangat dirugikan atas jalan yang rusak parah tidak diperbaiki sama sekali. Kami masyarakat Dusun XVI, Desa Simpang Empat menuntut keadilan dengan menutup jalan ini, tidak diperbolehkan armada dari Empat PT perkebunan sawit tersebut lewat sebelum jalan diperbaiki. Sehingga setelah jalan diperbaiki, masyarakat secara umum bisa kembali lancar menggunakan jalan untuk setiap aktivitas.
Pantauan di lapangan terlihat puluhan Armada Dram Truck terparkir tidak bisa lewat disebabkan Warga Dusun XVI telah memblokade jalan tersebut. Untuk menyikapi permasalahan ini, Dodi Riza Pohan, ST langsung turun tangan, untuk mempertemukan perwakilan perusahaan dan masyarakat dalam agenda mediasi(A.A)










