Labuhanbatu, Lingkaranistana.id
Silaturahmi Pamagar (Parsada Marga Siregar) Labuhanbatu Adakan Pengajian Bulanan di Bagas Godang Pamagar Kampung Sipirok Perisai, Bakaran Batu, Rantau Selatan, Labuhanbatu, Minggu (11/05/2025).

Ketua Pamagar Labuhanbatu Raya Zulkarnain Siregar,S.Sos.dalam sambutannya mengatakan, dengan Pengajian Pamagar ini mari kita menjaga hubungan kasih sayang dan persaudaraan dengan sesama manusia, terutama dengan keluarga dan kerabat.

Silaturahmi merupakan ajaran Islam yang sangat penting dan tercantum dalam Al-Qur’an. Dengan Pengajian Pamagar ini kita ambil hikmah untuk menjaga silaturahmi menyambung tali persaudaraan, melancarkan rezeki dan memiliki sikap empati serta terhindar dari sikap egois, katanya.
Penasehat Pamagar Labuhanbatu Raya H.Fuad Siregar, menyampaikan Mari kita eratkan Pengajian Marga Siregar dengan nikmat kesehatan kita dapat hadir di acara Pengajian ini.

Semoga pamagar semakin sukses dan berkembang untuk meningkatkan ukhuwah silaturahmi sesama para anggota., katanya.
Pengajian ini termasuk fisabililah, dimana termasuk juga menuntut ilmu karena kita nanti mendengarkan tausiyah dari Ustazd yang di sampaikan, semoga ilmu yang di sampaikan bermanfaat bagi kita dan keluarga serta masyarakat tinggal kita, paparnya.

Tausiyah yang di sampaikan oleh Al Ustad H.Ahmad Zein Tambak S.Ag, mengatakan Mari kita tingkatkan pengajian ini agar menjalin silaturahmi sesama marga siregar, semoga pamagar sukses dan pengajian Bulanan selalu lancar dan berkelanjutan.
Selanjutnya dalam tausiahnya, Mari kita saling bantu membantu sesama manusia karena dengan saling tolong menolong kita semakin banyak bersahabat antar umat manusia.
Marilah kita sering sholawat kepada Nabi Muhammad SAW , karena sholawat nabi adalah untuk mengucap syukur, berdoa untuk rahmat dan keselamatan, serta menunaikan perintah Allah SWT, karena dengan sholawat Nabi memiliki amal ibadah yang terhingga nilainya disisi Allah SWT.
Sholawat juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW, bebernya.
Janganlah kita jadi seorang yang pemarah, sehingga jika kita tidak pemarah bagimu surga, karena pemarah merupakan perbuatan syaitan, ungkapnya.
Hidup ini harus ada yang kita takuti, takut kepada Allah dan LarangaNya, sehingga dapat berbuat baik hablun minal Allah dan Hablun Minnas, katanya.
Sukalah engkau sebagaimana Allah Takdirkan kepadamu, maksudnya dengan selalu sabar dan bersyukur atas Nikmat Allah menjadikan kita hamba Allah yang beriman, jelasnya.
Berbuat baiklah kepada tetangga, dengan berbuat baik kepada tetangga maka kita hidup rukun dan damai di lingkungan tempat tinggal kita, tutupnya.
Redaksi/AS.










