Dua Bocah di Indramayu Terlantar dan Putus Sekolah, Harapan Mereka Kini Ada di Tangan Pemerintah

Oplus_131072

Indramayu/lingkaranistana.id –
Di Jalan Pahlawan, Kelurahan Lemahmekar, Indramayu, dua anak laki-laki menjalani hidup dalam kondisi yang memilukan. R (7) dan adiknya B (3) kini tinggal bersama nenek mereka, Aliyah, setelah ditinggalkan begitu saja oleh sang ayah.

Kisah keduanya dimulai ketika ibu mereka, Susanti, merantau ke Arab Saudi untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Sementara itu, sang ayah, Rudiansyah, sempat membawa ketiga anak mereka K (13), R (7), dan B (3). Namun pada Senin (09/06/2025), dua dari tiga anak tersebut justru dikembalikan ke rumah nenek tanpa penjelasan, hanya menyisakan sang kakak perempuan yang tetap dibawa oleh ayah mereka.

“Kami kaget, R dan B datang tanpa kabar, tanpa bekal, hanya ditinggalkan begitu saja. Ayah mereka pergi seolah-olah anak-anak ini tak berarti,” ujar Junedi, anggota keluarga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Aliyah, sang nenek, kini menjadi tumpuan hidup bagi cucu-cucunya. Namun di usia senja dan dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas, ia tak sanggup membiayai kehidupan, apalagi pendidikan mereka. Upaya untuk menyekolahkan R pun terhambat karena tidak memiliki dokumen identitas resmi dokumen yang semestinya disediakan oleh orang tua mereka.

Kondisi ini menjadi sorotan Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Indramayu, Mutadi, A.Md.Kom. Ia mendesak pemerintah daerah, khususnya Bupati Lucky Hakim, untuk segera mengambil tindakan nyata.

“Ini bukan sekadar persoalan keluarga, tapi soal masa depan anak-anak bangsa. Mereka punya hak untuk hidup layak dan mengenyam pendidikan. Pemkab Indramayu harus hadir dan bertindak cepat,” tegas Mutadi.

Ia menambahkan, pemerintah juga perlu melakukan pembaruan dan verifikasi data warga miskin di Indramayu, karena masih banyak yang tidak tersentuh bantuan.

Menurutnya, program-program yang mengusung semangat Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, Gotong Royong) harus benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan.

Kisah R dan B menjadi cermin nyata bahwa masih banyak anak-anak di pelosok negeri ini yang hidup tanpa jaminan, tanpa perhatian, dan tanpa masa depan yang pasti.

Kini, harapan mereka bertumpu pada kepedulian bersama khususnya pemerintah daerah untuk membuka kembali jalan mereka menuju pendidikan dan kehidupan yang lebih baik.
( Maman )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *