Indramayu/lingkaranistana.id — Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung pembiayaan pelaksanaan uji coba pemilihan kepala desa (Pilkades) berbasis elektronik di Kabupaten Indramayu. Program e-voting ini rencananya digelar pada akhir Desember 2025 dan melibatkan 139 desa sebagai proyek percontohan.
Gagasan ini diinisiasi langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai upaya untuk mendigitalisasi proses demokrasi di tingkat desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Ade Afriandi, menjelaskan bahwa kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan Pilkades digital ini diperkirakan mencapai Rp5 miliar.
Namun, anggaran tersebut belum termasuk pengadaan sarana dan prasarana. Ade berharap, Pemerintah Kabupaten Indramayu dapat turut berkontribusi dalam penyediaan fasilitas agar beban anggaran dari provinsi bisa ditekan. Saat ini, DPMD Jabar telah mengajukan pembiayaan tersebut dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.
Sebagai persiapan, DPMD Jabar bersama Pemkab Indramayu telah melakukan studi banding ke Kabupaten Boyolali yang telah lebih dulu mengimplementasikan Pilkades digital. Hasil dari kunjungan tersebut akan dijadikan acuan untuk menyusun daftar pemilih potensial dan skema pemungutan suara berbasis digital yang sesuai dengan regulasi, termasuk Permendagri tentang Pilkades.
Tahapan berikutnya setelah persiapan teknis adalah penyusunan kerja sama penggunaan aplikasi “Siap Desa” sebagai platform utama dalam pelaksanaan Pilkades elektronik.
Gubernur Dedi Mulyadi menekankan bahwa digitalisasi ini harus menciptakan efisiensi, bukan malah membengkakkan anggaran. Ia juga mendorong agar uji coba bisa dimulai dari skala kecil, seperti pemilihan ketua RT atau RW di beberapa daerah terlebih dahulu.
“Kita bisa mulai dari pemilihan RW dulu sebagai percobaan. Nanti, sistem ini akan dikelola oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,” ujar Dedi, Kamis (5/6/2025).
Lebih lanjut, Dedi menambahkan bahwa sistem digital akan mempercepat proses pemungutan dan penghitungan suara.
“Hasil bisa langsung diketahui, tak perlu menunggu berjam-jam seperti biasanya,” katanya.
Dengan uji coba ini, Jawa Barat membuka jalan menuju sistem pemilihan kepala desa yang lebih modern, cepat, dan efisien.
( Maman )
Pemprov Jabar Biayai Uji Coba Pilkades Digital di Indramayu, 139 Desa Jadi Percontohan












