Ciptakan Ruang Aman bagi Seniman, Disdikbud Indramayu Gaungkan Program “Aman Nyaman Seniman Reang”

Oplus_131072

Indramayu/lingkaranistana.id  – Suasana hangat dan penuh semangat kebudayaan terasa kental di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu.Di tempat itu, berbagai pihak berkumpul dalam sebuah kegiatan sosialisasi bertajuk “Aman Nyaman Seniman Reang”, sebagai bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam mendorong perlindungan dan pengembangan seni tradisional Pada Kamis/24/07/2025.

Acara ini menjadi langkah konkret dari Program Pengembangan Kesenian Tradisional yang digagas Disdikbud, menyasar dua hal utama: peningkatan kualitas SDM seni dan perlindungan hukum bagi para pelaku seni di wilayah Indramayu.

Sosialisasi tersebut dihadiri berbagai unsur penting yang memiliki peran besar dalam ekosistem budaya lokal. Hadir di antaranya PAKSI Indonesia, Duta Seni Indramayu, MUI, para tokoh seniman tradisional seperti dari Genjring Umbul, Akademisi sejarah Supali Kasim, hingga unsur Kodim dan Polres Indramayu.

Dalam forum ini, suara para seniman pun mengemuka. Salah satunya dari Amin Hermawan, seniman Candrasari sekaligus perwakilan PAKSI Indonesia. Ia menyoroti keresahan yang kerap dialami pelaku seni di lapangan, khususnya terkait praktik pungutan liar atau jatah preman yang dilakukan oleh oknum dari ormas atau lembaga tertentu.

“Seniman itu bukan sapi perah. Kami butuh dukungan, bukan tekanan,” tegas Amin.

Ia mengusulkan agar pemerintah segera menerbitkan surat edaran resmi yang melarang praktik semacam itu.
Lebih dari itu, ia juga mengajak para seniman untuk menjaga marwah seni dan budaya daerah.

“Pentas seni itu bukan cuma soal hiburan. Itu adalah sarana pendidikan dan penyampaian pesan moral ke masyarakat,” tambahnya.

Tanggapan positif datang dari pihak Polres, Kodim, dan jajaran Disdikbud. Mereka sepakat untuk mendorong penerbitan surat edaran larangan pungli tersebut, bahkan berkomitmen merampungkannya dalam waktu paling lambat satu minggu.

Sebagai bentuk solidaritas dan dukungan, PAKSI Indonesia juga menyatakan siap memberi bantuan hukum gratis kepada para seniman yang tersandung persoalan hukum di lapangan.
Inisiatif kolaboratif lintas sektor ini diharapkan bisa menciptakan ruang yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh seniman di Indramayu.

Dengan atmosfer yang mendukung, para pelaku seni akan lebih leluasa dalam berkarya dan menjaga warisan budaya untuk generasi mendatang.
( Maman )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *