Warga Keluhkan Pembagian Program Makan Bergizi (MBG) di Dono Arum yang Dinilai Kurang Transparan

 

Lampung Tengah, Seputih Agung — LingkaranIstana.id

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di Kampung Dono Arum, khususnya melalui Kader Posyandu Akasyhia, menuai sorotan dari sejumlah warga. Mereka menilai pembagian MBG kepada anak-anak balita di lingkungan Dusun 02 RT 07 kurang transparan dan tidak sesuai dengan data penerima yang sudah ditetapkan.

Menurut warga, data nama dan jumlah anak balita penerima program MBG sebenarnya sudah tercatat dengan jelas di kader posyandu. Namun, dalam pelaksanaannya, pembagian tidak merata dan tidak sesuai dengan daftar penerima resmi.

> “Seharusnya dibagikan sesuai data yang sudah ada, apalagi ini program pemerintah yang harus dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ada yang tidak menerima padahal namanya terdaftar,” ujar beberapa ibu-ibu di lingkungan Dusun 02 RT 07.

Warga juga menilai, jika penerima berhalangan hadir, penyaluran seharusnya tetap bisa diwakilkan oleh keluarga terdekat, seperti kakak, nenek, atau wali anak tersebut. Mereka berharap kader posyandu tidak menahan atau memanfaatkan sisa bantuan MBG, karena program tersebut sepenuhnya ditujukan untuk kesejahteraan balita.

> “Jatah MBG itu milik anak-anak balita, bukan hak kader. Jadi kalau ada sisa, harus disalurkan sesuai nama yang berhak,” tegas salah satu warga.

Masyarakat meminta agar pihak pengurus Posyandu Akasyhia Dono Arum lebih transparan dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah program pemerintah, terutama program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya gizi bagi anak-anak Indonesia.

Kasus seperti ini disebut warga bukan kali pertama terjadi, sehingga mereka berharap ada pengawasan dan evaluasi dari pihak terkait, termasuk Dapur Sehat MBG Dono Arum, agar kejadian serupa tidak terulang.

 

(Laporan: Suparudin / LingkaranIstana.id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *