Siswa MIN 2 BU Keracunan MBG, Ternyata Burger Disuplai Kakaknya Penanggung Jawab Dapur

Lingkaran istana,id Bengkulu Utara (03/03/26),-Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di MIN 2 Bengkulu Utara mendadak menjadi sorotan setelah seorang siswa yang sebelumnya dirawat intensif dilaporkan meninggal dunia, pada Sabtu 28 Februari 2026.

Kabar dugaan keracunan ini pertama kali viral di media sosial dan grup WhatsApp wali murid. Dalam tangkapan layar grup “Kelas 1B MIN 2 BU”, wali murid sempat diminta untuk tidak mengonsumsi paket MBG yang belum dimakan anak-anak mereka. Imbauan tersebut muncul setelah seorang siswa mengalami gangguan kesehatan usai menyantap burger dalam paket MBG yang berisi roti burger, pisang, dan kacang.

Foto korban saat mendapatkan penanganan medis juga turut beredar luas dan memicu kepanikan orang tua siswa.

Kemaruk Zaman yang mengaku sebagai Aslap dapur SPPG Giri Kencana, saat dikonfirmasi pada 27 Februari 2026 mengatakan, “roti dan kacang yang dijadikan menu MBG itu terpaksa kami beli eceran Pak, lantaran bahan tersebut tidak tersedia di pihak suplayer.”

“Kami membeli roti dan bahan lainnya itu di beberapa toko dan warung-warung di sekitaran Pasar D1 Ketahun,” ucapnya.

“Kalau mau keterangan blebih jelas, coba bapak tanya sama mas Andi saja pak, mas Andi tuh ada di Dapur SPPG Lubuk Sahung,” kata Kemaruk Zaman.

Andi yang disebut Kemaruk Zaman sebagai Penanggung Jawab Dapur SPPG Giri Kencana saat ditemui langsung untuk dikonfirmasi pada sabtu malam mengatakan, “kalau roti untuk burger itu yang memasok adalah kakak saya yang tinggal di unit 1 pak.”

Unit 1 yang dimaksud oleh Andi merupakan lokasi Eks Transmigrasi yang saat ini sudah menjadi Desa Marga Sakti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara.

Informasi terhimpun, diketahui bahwasanya pihak Kepolisian telah mengamankan sampel makanan untuk diuji laboratorium serta meminta keterangan dari pihak sekolah, penyedia makanan, dan tenaga medis yang menangani korban.

Belum ada pernyataan resmi yang menyebutkan penyebab dari dugaan keracunan yang menimpa siswa MIN 2 BU hingga meninggal dunia. Namun peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius terkait standar higienitas dan pengawasan distribusi makanan dalam program MBG di sekolah.

Peristiwa dugaan keracunan MBG ini kini menjadi sorotan publik dan Publik menunggu kejelasannya, apakah murni insiden medis atau ada kelalaian dalam proses penyediaan makanan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Hingga berita ini ditayangkan, Kakaknya Andi yang disebut sebagai penyuplai burger belum dapat terkonfirmasi.

(Li Bengkulu utara)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *