Orang Tua Siswa Kecewa Program MBG di SMP 32 Baturaja OKU

L.i BATURAJA – Program Makan Bergizi (MBG) yang diperuntukkan bagi anak-anak sekolah justru menuai kekecewaan mendalam dari para orang tua siswa, khususnya di SMP 32 pada hari ini khusus nya Jumat anak-anak pulang tidak bawa (MBG) di pulangkan dari pihak sekolah di karnkan tidak layak di kusumsi untuk siswa /siswi Baturaja, jumat 27 -02-2026 Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

 

“Kami selaku orang tua siswa menilai bahwa makanan MBG yang dibagikan kepada anak-anak kami tidak sesuai dengan standar gizi dan bahkan dalam beberapa kesempatan tidak layak untuk dikonsumsi oleh anak-anak sekolah. Tolong lah untuk pihak MBG harus nya jadi mitra yang amanah dan benar untuk makanan harus sesuai setandar gizi nya menurut orang tua siswa

 

Padahal, program ini diklaim memiliki anggaran sekitar Rp15.000 per porsi, namun realita di lapangan sangat jauh dari harapan.apa lagi selama bulan puasa ini KLO di hitung-hitung makanan nya bernilai 10 ribu bahkan ada yang GK sampai segitu harga nya

 

Makanan yang diterima anak-anak sering kali tidak memenuhi syarat gizi seimbang, porsi tidak layak, kualitas buruk, dan terkadang dalam kondisi yang meragukan untuk di makan .

 

Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak kami.

 

Kekecewaan ini bukan hanya dirasakan oleh orang tua siswa di SMP 32 Baturaja saja, namun juga ramai dikeluhkan oleh masyarakat luas melalui media sosial.

 

Banyak orang tua menyampaikan keluhan serupa terkait pelaksanaan program MBG di berbagai sekolah.

 

Kami sangat menyesalkan jika program yang sejatinya bertujuan baik ini justru diduga menjadi ladang penyimpangan dan korupsi oleh oknum pengelola. Jika pengelolaannya tidak transparan dan tidak berorientasi pada kepentingan anak-anak, maka tujuan mulia program ini menjadi sia-sia.

 

Oleh karena itu, kami berharap kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, agar dapat mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan program MBG ini.

 

Kami mengusulkan agar dana MBG dialihkan langsung kepada orang tua siswa, sehingga orang tua dapat menyediakan makanan yang sehat, layak, dan sesuai kebutuhan gizi anak-anak mereka masing-masing. Dengan demikian, tidak ada lagi anak-anak yang kecewa, kelaparan, atau menerima makanan yang tidak pantas.

 

Kami berharap suara dan keluhan ini dapat menjadi perhatian serius agar ke depan program yang menyangkut masa depan anak-anak bangsa benar-benar dijalankan dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *