Wujudkan Harapan Warga, Imam Syafi’i dan Dinas PU Tebo Tinjau Rencana Pembangunan Jalan Lawu Jalan Unit 8

TEBO//Lingkaranistana.id – Kabar baik menghampiri masyarakat Jalan Lawu Desa Suka Jaya (Unit 8) Anggota DPRD Kabupaten Tebo,Imam Syafi’i, bersama tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tebo turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi infrastruktur jalan yang menjadi nadi utama aktivitas warga, Selasa (14/4/2026).

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapan teknis rencana pembangunan jalan yang ditargetkan mulai terealisasi pada tahun anggaran 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Imam Syafi’i menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah memproyeksikan dana Ospen pajak anggaran sebesar Rp1 Miliar untuk pembangunan Jalan untuk Jalan Lawu unit 8. Langkah ini diambil sebagai bentuk respon cepat terhadap aspirasi masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan yang menghambat mobilitas.

“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa perencanaan ini matang. Insya Allah, jika tidak ada kendala, tahun 2026 jalan jalan Lawu Desa Suka Jaya akan segera diperbaiki dengan alokasi Dana Ospen dengan anggaran satu miliar rupiah,” ujar Imam Syafi’i di sela-sela peninjauan.

Pembangunan infrastruktur ini diharapkan tidak hanya sekadar pengaspalan, namun menjadi pemantik roda ekonomi daerah. Infrastruktur yang layak diprediksi akan:

Memperlancar Arus Logistik: Memudahkan petani mengangkut hasil bumi dari perkebunan.

Keamanan Pelajar: Menjamin keselamatan dan kenyamanan anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Aksesibilitas Umum: Mempercepat akses layanan kesehatan dan transportasi antar-unit.

 

Salah satu perwakilan masyarakat Suwono yang d sapa Lek no menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian pemerintah dan anggota dewan terhadap kebutuhan mendasar mereka.

“Kami sangat bersyukur. Mudah-mudahan rencana ini berjalan lancar tanpa hambatan karena manfaatnya sangat besar bagi kami, terutama untuk kelancaran ekonomi dan anak-anak kami yang pergi sekolah,” ungkap lek no

Dan kami rasa lega sekaligus keprihatinannya saat bertemu dengan rombongan peninjau.

Menurut Lek No, jalan tersebut merupakan urat nadi karena menjadi akses utama menuju Kantor Kecamatan, sekolah, hingga Rumah Sakit.

“Kami sudah bertahun-tahun mengeluh keadaan jalan ini. Kalau musim hujan, kasihan sekali melihat anak-anak sekolah, mereka sering jatuh karena jalan licin dan berlumpur,” ungkap Lek No dengan nada getir.

Tak hanya saat hujan, musim kemarau pun membawa masalah kesehatan. “Kalau panas, debunya menyebar ke mana-mana sampai masuk ke rumah warga. Ini jelas mengganggu kesehatan kami,”pungkas lek no

Melalui langkah proaktif ini, diharapkan kesenjangan infrastruktur di wilayah Kabupaten Tebo dapat terus ditekan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata.(Budi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *