Penyuluhan PPL Tebo Ulu Dinilai Kurang Maksimal, Banyak Lahan Sawah di Desa Terbengkalai

TEBO//Lingkanistana.Id – Fungsi penyuluhan oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian di wilayah Kecamatan Tebo Ulu kini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, antusiasme masyarakat untuk turun ke sawah mengalami penurunan drastis, yang berdampak pada banyaknya lahan pertanian yang tidak tergarap di sejumlah desa.

​Berdasarkan pantauan di beberapa desa dalam wilayah Tebo Ulu, ,terlihat hamparan sawah yang seharusnya sudah memasuki musim tanam justru masih ditumbuhi semak belukar. Banyak warga memilih untuk tidak mengolah lahan mereka dengan alasan kurangnya pendampingan teknis dan motivasi dari pihak terkait.

Dengan ​kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas ketahanan pangan di Kecamatan Tebo Ulu. Jika tren “enggan ke sawah” ini terus berlanjut dan pemerintah Desa kurang pro aktif..nketergantungan masyarakat terhadap pasokan beras dari luar daerah akan semakin ntinggi, yang pada gilirannya dapat memicu kenaikan harga pasar.

​Warga berharap Dinas Pertanian Kabupaten Tebo segera melakukan terobosan bagaimana Masyarakat turun ke sawah lagi dengan memaksimalkan pemerintah Desa mengajak wargaiturun untuk bersawah

Di samping itu masyarakat meminta adanya penyegaran program kerja yang lebih menyentuh kebutuhan nyata petani di desa-desa.

​”Kami butuh solusi nyata dan pendampingan yang konsisten, bukan sekadar sosialisasi formalitas.

Kalau penyuluhnya aktif, kami juga semangat turun ke sawah,” ujar salah satu warga desa setempat yang enggan disebutkan namanya.(Husni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *