TEBO —Lingkaran Istana Id — Sekitar +- 1.700 Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan telantar di Kamboja dan saat ini terpaksa menginap di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh. Dari ribuan korban tersebut, 8 orang di antaranya diketahui berasal dari Provinsi Jambi, dan 2 orang secara spesifik teridentifikasi sebagai warga Kabupaten Tebo.
Dua warga Kabupaten Tebo yang ikut telantar tersebut berasal dari Kecamatan 7 Koto, dengan rincian identitas sebagai berikut:Nama Made Akady
Umur 26 Tahun warga asal Desa Sungai Abang dan
Indra (29 tahun), warga asal Desa Teluk Kayu Putih.
Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo berkordinasi dengan DPP Rampas 08 ,meminta kepada Yth, Bapak Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Jambi Al Haris dan Pemda Tebo untuk dapat
Menanggapi situasi darurat ini,
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo,M.Husni angkat bicara :, menaruh harapan besar agar para WNI ini bisa segera dievakuasi dan dipulangkan ke tanah air.

”Kami sangat berharap kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto selaku Dewan Kehormatan DPP Rampas ,untuk dapat mengupayakan pemulangan saudara-saudara kita, para WNI yang terlantar di Kamboja,” yang kami berteleponan langsung via WhatsApp dengan perwakilan dari kabupaten Tebo tersebut, Rabu 1 Juli 2026 ,ujar Husni.
Selain kepada Presiden, desakan serupa juga ditujukan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo. Pemerintah daerah diharapkan tidak tinggal diam dan segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk menyelamatkan warganya, terkhusus warga asal Jambi dan Tebo yang kini bertahan di KBRI Kamboja.
Sampai berita ini diturunkan, pihak keluarga dan organisasi daerah terus memantau perkembangan kondisi kesehatan serta keamanan para WNI di Kamboja sembari menanti langkah konkret dari pemerintah pusat maupun daerah.( Oeoes)










