PALEMBANG, LINGKARAN ISTANA –
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Cup II Tahun 2026 di GOR Dempo Jakabaring Sport City Palembang, Kamis (9/7/2026).
Kejuaraan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini diikuti 1.047 pesilat dari berbagai kategori dan menjadi upaya Polda Sumsel membangkitkan kembali pencak silat sebagai warisan budaya Nusantara di tengah pesatnya perkembangan olahraga modern dan e-sport.
Mengusung tema “Menuju Indonesia Emas Olympiade”, kejuaraan tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M. Dalam sambutannya, Gubernur memberikan apresiasi kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, beserta jajaran yang telah menginisiasi reaktivasi olahraga tradisional pencak silat yang di Sumatera Selatan akrab dikenal dengan istilah kuntau.
“Kejelian jajaran Polda Sumatera Selatan dalam mereaktivasi olahraga tradisional ini merupakan tanda kebangkitan bagi warisan asli para leluhur kita yang kadang hampir dilupakan. Tujuannya bukan sekadar ketangkasan atau bela diri, melainkan membangun sportivitas anak bangsa menyongsong masa depan dengan mental bertanding yang hebat,” ujar Gubernur Herman Deru.
Kejuaraan Kapolda Cup II Tahun 2026 mencatatkan partisipasi yang luar biasa dengan diikuti 1.047 pesilat. Dari jumlah tersebut, peserta perempuan mendominasi sebanyak 558 orang, sementara peserta laki-laki berjumlah 489 orang. Kejuaraan ini juga mempertemukan berbagai perguruan pencak silat bersama peserta dari unsur TNI sebanyak 74 orang, Polri 75 personel, serta 176 peserta umum kategori remaja hingga dewasa.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan pencak silat, Polda Sumsel menyiapkan berbagai bentuk apresiasi bagi para peserta. Selain medali dan piagam untuk kategori Pemassalan hingga Prestasi, panitia juga menyediakan trofi juara umum, uang pembinaan, serta bantuan 50 keping matras pertandingan bagi Juara Umum I Keseluruhan guna mendukung sarana latihan perguruan pencak silat.
Kabidhumas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan kejuaraan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam melestarikan budaya bangsa sekaligus membentuk karakter generasi muda.
“Kegiatan ini bukan sekadar unjuk kekuatan fisik, melainkan investasi jangka panjang pembentukan karakter generasi penerus yang tangguh, disiplin, dan cinta tanah air. Kami sangat bangga melihat ribuan peserta, terutama ratusan pendekar usia dini yang begitu antusias. Harapan kami, dari matras Kapolda Cup II ini kelak akan lahir atlet-atlet tangguh yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah Olimpiade, sekaligus menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan lingkungan,” ungkapnya.
Melalui Kejuaraan Kapolda Cup II Tahun 2026, Polda Sumsel menegaskan komitmennya tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif melestarikan budaya bangsa, membina atlet muda, serta mendorong lahirnya generasi berkarakter menuju Indonesia Emas. (Toni)











