Tanjungbalai, lingkaranistana.id Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim didampingi Asisten Ekbang Tajul Abrar dan Kadis Perikanan, Pangan dan Pertanian Muslim menerima audiensi dan kunjungan silaturahmi dari Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Tanjungbalai Asahan dan Kelompok Nelayan Tojok Kerang Kota Tanjungbalai diruang kerja Wali Kota, Jumat (24/7/2026)
Dalam pertemuan itu, Ketua KNTI TBA Imam Azhari menyampaikan terkait permasalahan ruang tangkap Nelayan Tojok Kerang Kota Tanjungbalai dan mencari solusi atas berbagai permasalahan yang saat ini dialami dalam menjalankan aktivitas penangkapan kerang di wilayah perairan tepi laut Asahan yang selama ini menjadi daerah tangkap nelayan tradisional.
”
“Permasalahan yang kami alami diantaranya semakin terbatasnya ruang tangkap nelayan tojok kerang Kota Tanjungbalai akibat adanya tambak kerang yang diduga dibangun dan beroperasi tanpa dasar perizinan yang jelas,”jelasnya.
“Adanya pemasangan batu gurita dan berbagai bentuk penghalang lainnya di wilayah perairan yang menghambat aktivitas nelayan serta berpotensi menimbulkan kerusakan alat tangkap dan membahayakan keselamatan nelayan,”tambahnya.
Lanjut Imam, adanya dugaan pemetaan, pengkaplingan, dan penguasaan wilayah laut secara sepihak oleh oknum atau kelompok tertentu yang tidak memiliki kewenangan untuk membatasi akses nelayan tradisional terhadap wilayah tangkap yang selama ini dimanfaatkan secara turun-temurun, menurunnya hasil tangkapan serta terganggunya keberlangsungan mata pencaharian nelayan tojok kerang Kota Tanjungbalai akibat kondisi tersebut serta meningkatnya potensi konflik sosial di antara masyarakat pesisir apabila permasalahan ini tidak segera mendapatkan perhatian dan penyelesaian dari pihak-pihak yang berwenang.
“Kami memohon kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai, DPRD Kota Tanjungbalai, Dinas Perikanan Kota Tanjungbalai, dan Satpolairud Polres Tanjungbalai untuk membahas langkah langkah penyelesaian yang dapat memberikan kepastian hukum, perlindungan, dan keadilan bagi nelayan tradisional,” harap Imam
Menanggapi hal itu, Wali Kota Mahyaruddin Salim menyampaikan untuk persoalan yang disampaikan perlu dilaksanakan menjalin komunikasi dan kordinasi bersama Kabupaten Asahan dan Batu bara hingga tingkat Provinsi ke Dinas Perikanan Provinsi melalui dinas Perikanan Kota Tangjungbalai hingga Gubernur Sumatera Utara
Selanjutnya Wali Kota berharap agar membantu nelayan tradisional dalam pemenuhan akses BBM bersubsidi dengan mempermudah kelangkapan bekas administrasi yang dibutuhkan, pungkasnya. (Artika)










