TEBO, Lingkarannistana.id — Menanggapi dampak musim kemarau panjang serta ancaman kabut asap yang makin mengkhawatirkan kesehatan masyarakat, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tebo Ulu bersinergi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Tebo Ulu menggelar salat Istisqa (salat meminta hujan) pada Jumat (4/9/2026).
Pelaksanaan ibadah ini merujuk pada imbauan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jambi melalui Surat Nomor 4691/Kw.05/BA.03/09/2026 yang menginstruksikan jajaran KUA di wilayah Kabupaten Tebo untuk memfasilitasi ikhtiar spiritual tersebut.

Kepala KUA Tebo Ulu, Riduan, mengonfirmasi bahwa pelaksanaan salat meminta hujan bersama jajaran Camat Tebo Ulu, Forkopimcam, dan elemen masyarakat setempat berjalan khidmat dan selesai digelar hari ini.
”Hari ini, Jumat, 4 September 2026, kita telah selesai melaksanakan salat Istisqa bersama Forkopimcam dan warga Tebo Ulu. Kita berdoa dan berharap Allah SWT segera menurunkan hujan yang berkah, mengingat musim kemarau sudah terlalu lama dan ancaman kabut asap kian menakutkan bagi kesehatan masyarakat,” ujar Riduan.
Langkah spiritual ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Ormas Rumah Juang RAMPAS Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo dan Forum Komunitas Wartawan Tebo (KAWAT).
Ketua RAMPAS Setia 08 Tebo, M. Husni, beserta Wakil Ketua KAWAT, Socheh, menyampaikan bahwa imbauan Kemenag ini harus didukung bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah ancaman kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sinergi antara pemerintah kecamatan, tokoh agama, ormas, dan insan pers ini diharapkan dapat membawa keberkahan sehingga wilayah Kabupaten Tebo dan sekitarnya segera terbebas dari krisis air bersih dan bencana asap.(Hi)










