TEBO —Lingkaran Istana Id — Di balik heningnya desa-desa di Kabupaten Tebo, tersimpan keresahan warga yang kian memuncak. Harapan akan hadirnya motor penggerak ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa) kini berubah menjadi kekecewaan mendalam. Lembaga yang digadang-gadang menjadi benteng ekonomi kerakyatan itu justru dinilai lumpuh total dan hilang dari panggung pelayanan publik.
Padahal, BUMDesMa didirikan di atas aset modal bernilai miliaran rupiah yang merupakan hasil akumulasi dan transformasi dari dana Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan. Potensi besar yang seharusnya mampu menyerap tenaga kerja lokal, membiayai UMKM desa, dan membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda, kini hanya menjadi modal yang mengendap tanpa kejelasan arah.
Secara regulasi nasional, payung hukum BUMDesMa sebenarnya telah diperkokoh oleh Pemerintah Pusat melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 11 Tahun 2021 tentang BUM Desa. Landasan ini memberikan mandat tegas agar aset eks PNPM Mandiri Perdesaan dialihkan menjadi BUMDesMa Berbadan Hukum demi mengamankan aset publik.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan kontras yang tajam. Operasional lembaga ini seolah senyap, meninggalkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait transparansi tata kelola dan keberadaan aset modal tersebut.
Pemerintah Pusat jelas-jelas masih memperkuat BUMDesMa sebagai pilar ekonomi kerakyatan melalui PP No. 11 Tahun 2021. Namun yang terjadi di Kabupaten Tebo justru sangat bertolak belakang—program ini seperti menghilang ditelan bumi,” ujar M. Husni, salah satu perwakilan elemen masyarakat Tebo.
Husni menegaskan bahwa stagnasi ini membawa kerugian langsung bagi warga desa. “Kalau BUMDesMa ini dihidupkan dan dikelola dengan benar, manfaatnya langsung terasa. UMKM desa bisa dapat permodalan murah, unit usaha produktif berjalan, dan yang paling krusial adalah terciptanya lowongan kerja baru. Sangat disayangkan modal usaha bernilai miliaran rupiah ini mengendap atau bahkan tidak jelas rimbawanya sehingga masyarakat yang di rugikan ,” tambahnya.(Hi)










