TEBO, Lingkaranistana.id — Harapan panjang yang memendam selama lebih dari tujuh dekade sejak era 1950-an kini menemui titik terang. Di tengah keterbatasan dan dengan semangat swadaya, Ormas Rumah Juang RAMPAS Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo mengambil langkah nyata menjalankan fungsi social control di bidang kebudayaan dengan memprakarsai kedatangan tim ahli sejarah ke bumi Seentek Galah Serengkuh Dayung.
Pada Sabtu, 3 Oktober 2026 mendatang, duet sejarawan ternama Provinsi Jambi, Dr. Drs. Yusdi Anra, M.Pd. dan Via Dicky (Peneliti Pusat Data Artefak dan Sejarah Nusantara/PUDAS Jambi), dijadwalkan turun langsung ke Desa Teluk Kuali, Kecamatan Tebo Ulu.
Kedatangan tim peneliti ini bertujuan untuk menelusuri, memverifikasi, serta menggali lebih dalam jejak peradaban kuno Situs Candi Teluk Kuali dan Makam Tua Keramat Syekh Ahmad di Sungai Macang.
Penelusuran ini menjadi momentum krusial untuk melanjutkan catatan bersejarah yang terhenti puluhan tahun. Selain mereview kembali ekspedisi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional pimpinan Soejatmi Satari pada 12 Maret 1954 serta temuan arca kuno tahun 1975 yang kini tersimpan rapi di Museum Siginjai Jambi, riset awal ini juga secara khusus membidik keberadaan Makam Keramat Sungai Macang. Makam tua tersebut diyakini sebagai peristirahatan terakhir seorang ulama besar, Syekh Ahmad, yang diperkirakan hidup sekitar abad ke-13 Masehi.
Secara tutur tinular, nama besar Syekh Ahmad / keberadaan Makam Sungai Macang telah lama melegenda di tengah masyarakat Kabupaten Tebo. Namun, belum tersentuhnya situs ini secara akademis mendalam membuat potensi sejarah besarnya belum terangkat ke permukaan secara resmi.
Ketua Ormas Rumah Juang RAMPAS Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo, M. Husni, menyampaikan bahwa prakarsa menghadirkan para pakar sejarah ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab moral ormas dalam mengawal kelestarian warisan leluhur.
”Penantian dan harapan masyarakat Teluk Kuali agar situs ini diteliti secara mendalam sudah ada sejak tahun 1950-an. Dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada, RAMPAS Setia 08 Tebo berupaya maksimal mendatangkan para sejarawan ini. Ini adalah bentuk konkrit fungsi social control kami di bidang kebudayaan dan penyelamatan aset sejarah daerah,” tegas M. Husni.
Suyanto,,salah satu pengurus RAMIPAS 08 Tebo, menambahkan, dirinya bersama keluarga besar RAMPAS 08 Tebo dan seluruh lapisan masyarakat Desa Teluk Kuali menyambut hangat serta siap mendampingi penuh seluruh rangkaian ekspedisi lapangan tersebut.
”Kami beserta keluarga besar RAMPAS 08 TEBO,Bsangat menantikan kehadiran dua sejarawan Jambi beserta tim pada Sabtu besok. Semoga survei babak awal ini dapat membuka tabir misteri Candi Teluk Kuali yang sudah ditelusuri sejak tahun 1954, serta mengupas tuntas tatanan sejarah Makam Keramat Syekh Ahmad Sungai Macang agar kelak dapat ditetapkan sebagai Cagar Budaya resmi,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Hartoyo Rifai S.Ag / Opay , Sekretaris RAMPAS 08 Tebo, turut menyerukan permohonan doa dan dukungan dari segenap elemen masyarakat Tebo. ”Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Kita berharap hasil kajian dari para pakar ini kelak membuka mata pemerintah daerah, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V, serta instansi terkait untuk turun tangan melakukan ekskavasi lanjutan dan pemugaran secara permanen,” pungkas Opay . (Budi)










