TEBO, Lingkaranistana.id — Harapan masyarakat Desa Teluk Kuali untuk membuka tabir sejarah peradaban kuno di wilayahnya kini memasuki babak nyata. Sejarawan senior Dr. Yusdi Anra (Dr. Rusdi) bersama peneliti dari Pusat Data Artefak dan Sejarah Nusantara (PUDAS) Jambi, Via Dicky, telah resmi tiba di kediaman M. Husni di Desa Teluk Kuali, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo.
Kedatangan para sejarawan ini menjadi momentum penting untuk menelusuri kembali Situs Candi Teluk Kuali sekaligus mengulas kembali rekam jejak jasa besar H. Hoesin Saat Mantan Bupati Bungo Tebo tersebut sangat berjasa merawat dan menyelamatkan benda cagar budaya berupa arca kuno sejak ditemukan kembali pada tahun 1975 hingga akhirnya diserahkan secara resmi dan sukarela kepada Pemerintah Provinsi Jambi pada tahun 1992.

Berdasarkan analisis PUDAS Jambi, Candi Teluk Kuali diperkirakan berasal dari abad ke-8 hingga ke-11 Masehi—era keemasan Kerajaan Melayu Kuno dan pengaruh Sriwijaya. Situs ini diyakini sebagai salah satu simpul penting jalur perdagangan dan syiar keagamaan yang menghubungkan kompleks Candi Muaro Jambi di lahir/hilir dengan Situs Candi Padang Roco di Dharmasraya.
Secara historis, penelusuran ini berpijak pada catatan penting ekspedisi masa lalu. Pada Jumat, 12 Maret 1954, tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang dipimpin Soejatmi Satari menyusuri Sungai Batanghari menggunakan tiga unit sampan hingga sampai di lokasi yang dikenal warga sebagai Situs “Gedung”. Di tempat tersebut, tim menemukan sisa bata merah kuno serta menghimpun cerita tutur masyarakat terkait keberadaan arca kuno.
Misteri keberadaan arca tersebut menemukan titik terang pada tahun 1975 saat bagian arca berhasil ditemukan kembali di areal kompleks Candi Teluk Kuali. Selama hampir dua dekade (1975–1992), H. Hoesin Saat dengan dedikasi dan kesadaran sejarah yang tinggi merawat serta mengamankan arca kuno tersebut agar tidak rusak atau hilang ditelan zaman.

Puncak dari kepedulian sejarah H. Hoesin Saat terjadi pada tahun 1992, ketika beliau secara sukarela menyerahkan arca tersebut kepada pihak berwenang. Atas tindakan dan jasa besarnya dalam menyelamatkan artefak berharga ini, Pemerintah Provinsi Jambi menerbitkan Surat Ucapan Terima Kasih resmi kepada H. Hoesin Saat. Kini, arca peninggalan peradaban Teluk Kuali tersimpan aman sebagai salah satu koleksi berharga di Museum Negeri Siginjai Jambi.
Telah tibanya Dr. Yusdi dan Via Dicky di Teluk Kuali memperkuat optimisme warga. Tuan rumah yang juga Ketua DPD Ormas Rumah Juang RAMPAS Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo, M. Husni, menegaskan bahwa kehadiran para peneliti ini harus menjadi momentum penting bagi instansi teknis terkait.
”Alhamdulillah, Dr. Rusdi dan Dinda Via Dicky sudah tiba di kediaman kami di Teluk Kuali. Ini momentum besar. Sejarahnya sangat terang, mulai dari survei tim arkeologi Jakarta tahun 1954 hingga dedikasi almarhum H. Hoesin Saat, yang menyelamatkan dan merawat arca tersebut dari tahun 1975 hingga diserahkan secara resmi pada 1992,” ungkap Husni.
Ia berharap verifikasi dan penelusuran lapangan oleh para sejarawan ini dapat mendorong Pemerintah Kabupaten Tebo, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi untuk segera melakukan ekskavasi lanjutan, penetapan situs cagar budaya, serta pemugaran secara serius.
Penetapan Situs Candi Teluk Kuali sebagai Cagar Budaya resmi menjadi penantian panjang masyarakat sejak dekade 1950-an demi menyelamatkan warisan peradaban di Kabupaten Tebo agar tidak tergerus zaman. (Budi)










