TEBO, LINGKARAN ISTANA ID – Langkah responsif dan kepedulian tinggi terhadap peninggalan sejarah ditunjukkan oleh Kepala Desa Lubuk Mandarsah, Zulpan. Berinisiasi menjaga serta melestarikan warisan leluhur, Kades Zulpan secara khusus mendatangkan akademisi dan peneliti sejarah, Dr. Drs. Yusdi Anra, M.Pd. bersama Via Dicky, untuk menelusuri secara langsung situs sejarah di wilayahnya.
Langkah inovatif yang diambil Kades Lubuk Mandarsah ini patut menjadi contoh teladan bagi para Kepala Desa lainnya di Kabupaten Tebo. Kesadaran untuk menggali dan mengidentifikasi peninggalan masa lalu melalui pendekatan ilmiah dinilai sangat krusial agar cagar budaya yang tersebar di wilayah Tebo tidak terabaikan, melainkan tetap terjaga dan lestari bagi generasi mendatang.
Situs yang menjadi fokus penelusuran kali ini adalah Situs Batu Jantan dan Betina yang terletak di kawasan Bukit Karendo, Desa Lubuk Mandarsah, Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo, Peninggalan ini terbukti bukan sekadar bongkahan batu alam biasa atau komoditas legenda lokal belaka.
Berdasarkan tinjauan dari perspektif arkeologi dan sejarah kebudayaan, situs tersebut merupakan peninggalan kebudayaan Megalitikum (zaman batu besar yang diperkirakan berusia 3.000 hingga 5.000 tahun lalu). Keberadaannya menjadi bukti otentik geliat peradaban purba di wilayah pedalaman Jambi.
Hal tersebut ditegaskan dalam kesimpulan awal Pusat Studi Budaya dan Sejarah (PUDAS) yang disampaikan oleh Via Dicky dengan didampingi oleh Dr. Yusdi Anra melalui pesan singkat WhatsApp pada Media. Minggu 4/10/2026
Melalui penelusuran langsung dan keterlibatan para ahli di bidangnya, kebenaran serta nilai historis cagar budaya yang ada di Kabupaten Tebo ini diharapkan dapat membuka mata publik sekaligus mendapat perhatian serius dan perhatian regulasi dari pemerintah daerah maupun pusat demi pelestarian jangka panjang.
Sebelum berita ini terbit .awak media LI , sudah kompirmasi sama kades Zulpan Desa Lubuk Madrasah tentang kehadiran tim sejarawan tersebut. Benar Wo..Bu Via Dicky mau datang ke desa Kami untuk menelusuri Bukit Karendo yg sudah lamo jadi misteri kebenarannyo. Ucap kades Zulpan.
(Husni)










