Takengon/LI- 27/08/2024 Dana desa yang seharusnya untuk mensehjahtrakan masyarakat ini mala mensejahterakan para penguasa penguasa di desa.
Berdasarkan laporan masyarakat desa kala Pegasing yang tidak mau di sebutkan namanya, dia mengatakan kalau di kampung kala Pegasing banyak kecurangan dalam pengolahan dana desa salah satunya di dalam pengadaan kambing (ketahan pangan) seharusnya reje harus transparan terhadap masyarakat dalam pengelolaan dana desa, karna dana desa yang berhak mengawasi adalah masyarakat desa setempat tegasnya.
Salah satu warga yang dapat penerima manfaat mengatakan kalau dia sangat tidak puas dengan bantuan kambing tersebut di karenakan kambing msh dlm keadaan kecil dan masih menyusui dan harga kambing kalau borong kandang tersebut paling paling sekitar 500.000 perekor pak tapi di dalam rab knapa bisa 2.900.000,kambingnya pun bnyak yang mati dan kenapa di jual sama penerima manfaat yang lain karena memang gak layak tegas pak M yang menerima manfaat tersebut.
Dan pada saat pengadaan kambing tersebut reje yang lama lagi sakit struc reje cuman tanda tangan saja dan reje tidak pernah melihat kambing tersebut semua kun fayakun pada saat itu sekdes Rahmat RWD sebagai tim peripikasi dan bendahara nahda arisa yang berkuasa semuanya pada saat itu.
Maunya hal seperti ini cepat di tanggapi oleh pihak pihak Tipikor atau inspektorat atau pihak yang terkaitlah jangan tutup mata dengan masalah masalah seperti ini di desa kalau masyarakat kecil kayak kami melapor harus ada datanya, ya gk mungkin bisa ketemulh data realnya karna kami orang kecil, yang penting gambaranya sudah kami kasih tahu tegas bapak yang tidak mau di sebutkan namanya tersebut.
Kemarin tanggal 26/08/2024 jam 16 wib reje (kepala desa) kala Pegasing yg bernama firmansyah menelpon pihak media dengan nada mengancam bahwa awak media atau wartawan tidak boleh masuk ke desanya dan pihak media Mitra mabes menjawab, saya bebas kemana saja di seluruh Indonesia kecuali saya teroris apa maksud soudara melarang melarang saya saya media sebagai kontrol sosial masyarakat, ini namanya reje yang kurang mengerti tentang media, asik ngitung ngitung keuntungan dana desa makanya media masuk ke desanya risih dia pungkasnya.Budiamin alkana









