Membangun Sikap Profesionalitas dan Etika di Dunia Kerja.

Kotim.Lingkaran Istana– Dalam Dunia Kerja Sikap profesional dalam dunia kerja telah menjadi syarat wajib bagi setiap karyawan yang bekerja di suatu perusahaan. Akan tetapi, hal tersebut terkadang hanya menjadi slogan kosong seiring berjalannya masa kerja.

Padahal, seorang karyawan harus bisa beradaptasi untuk mempertahankan profesionalitasnya dalam berbagai macam kondisi.

Karyawan yang bersikap profesional mampu memahami hubungan dan relasi, tahu tugas dan tanggung jawab, serta bisa fokus dan konsisten terhadap urusan pekerjaan.

Dengan memiliki sikap yang seperti itu, dampak positif akan dialami oleh perusahaan tempat seseorang bekerja dan juga untuk pribadi karyawan itu sendiri.

Maka dari itu, sikap tidak profesional harus dihilangkan jauh-jauh bagi setiap pekerja. Mengapa? Karena sikap tidak profesional hanya akan merugikan Anda.

Coba saja selesaikan tugas dan proyek secara lambat sehingga tidak memenuhi target, tidak menyiapkan materi ketika presentasi, atau menghabiskan waktu untuk bergosip sepanjang hari di tempat kerja. Karena Seberapa lama Anda bekerja di perusahaan itu tidak menjadi jaminan untuk Anda bisa berkata seenaknya.

Perusahaan tempat Anda bekerja merupakan lingkungan profesional, jika Anda sampai terbiasa menggunakan kata-kata kasar, tentunya hal itu bisa memicu aura negatif ke sekitar.

Jika Anda terjebak dalam lingkaran itu, bertindaklah sebagai pendengar yang tak memberikan masukan apa pun.
1. menahan diri untuk tidak berkata kasar dan bergabung dengan lingkaran gosip, Anda telah berusaha menghargai rekan kerja dan hal itu merupakan bagian dari profesionalitas kerja.

2. Hindari mengeluh di depan tim kerja.
Memang tidak semua hari akan menyenangkan untuk Anda tapi jangan biarkan semua rekan kerja mengetahuinya.

Barangkali Anda terjebak macet pagi hari, ketinggalan kereta, atau mengalami hal menyebalkan lainnya. Sebisa mungkin, jangan biarkan hal-hal buruk itu menurunkan semangat Anda.

Pastikan dampak dari hari yang buruk itu sudah Anda selesaikan sebelum memasuki kantor.

Dengan begitu, Anda tak akan mengomel di depan para rekan kerja.

Justru, jika mampu, Anda bisa mengubahnya sebagai bahan candaan di sela waktu kerja.

Menertawakan keadaan diri yang malang akan membuat lingkungan kerja jadi lebih positif sedangkan mengeluh hanya akan menjadikan suasana lebih negatif dan bisa menurunkan semangat kerja di kantor.

Memiliki kompetensi lebih dan dapat diandalkan
Anda diterima di suatu perusahaan karena memenuhi kualifikasi posisi yang dibutuhkan. Akan tetapi, akan menjadi nilai lebih jika Anda juga menguasai bidang lain.

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk terus meningkatkan kualitas diri dengan melakukan pengembangan keterampilan dan pengetahuan.

Jika Anda memiliki kompetensi lebih di bidang lain, Anda akan selalu siap ketika perusahaan membutuhkan peran Anda untuk mengerjakan tugas lain.

Misalnya, Anda bekerja sebagai mandor tapi Anda juga memiliki public speaking yang bagus.

Suatu hari jika kantor membutuhkan seorang MC, Anda bisa diandalkan.

Dengan begitu, Anda akan selalu mendapat nilai plus di mata rekan-rekan Anda. Hal itu bagus untuk kelancaran karir Anda ke depannya.

3. Memiliki tujuan dalam bekerja.*

Sebagai pekerja, tentu Anda bertugas untuk memperjuangkan tujuan perusahaan agar tercapai.

Akan tetapi, Anda juga harus memiliki tujuan pribadi dalam melakukan pekerjaan.

Harus ada hal yang membuat Anda termotivasi untuk terus mencapainya. Entah itu upaya peningkatan kemampuan, mempelajari hal baru, atau mencapai suatu posisi yang Anda idamkan.

Dengan begitu, Anda akan melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh.

Anda akan tampak sebagai pekerja yang andal. Memiliki sikap profesional semacam itu bisa membantu Anda dalam melancarkan karir.

Memiliki integritas dan kejujuran
Integritas dan kejujuran merupakan bagian yang tak kalah penting bagi seorang pekerja, apa pun itu posisinya.

Orang yang berintegrasi tentu memiliki pribadi yang jujur dan berkarakter kuat. Jika Anda sudah konsisten dalam melaksanakan tindakan, nilai, prinsip dan ekspektasi berarti Anda merupakan orang yang berintegritas.

Lebih luas lagi, integritas menyangkut soal nurani yang meliputi ketulusan dan komitmen.

Maka dari itu, entah Anda menempati posisi pemimpin atau yang dipimpin, sikap ini tetap penting Anda miliki. Akan sulit jika seorang pemimpin tidak mengedepankan integritas sebagai pegangan dalam bertindak.

Begitu juga sebagai orang yang dipimpin, perusahaan akan semakin kokoh jika pekerjanya juga memiliki integritas.

Dengan demikian, alur pekerjaan bisa memiliki konsistensi antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan.

Selain itu, antara pemimpin dan yang dipimpin bisa saling percaya sehingga memperkecil kecurigaan yang tak seharusnya muncul.

Keuntungan yang didapat dari bersikap profesional
Berusaha menjadi profesional memang bukan sesuatu yang mudah.

Maka dari itu, tidak mungkin jika sesuatu sudah dicapai dengan susah payah namun tak ada keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

Menjadi role mode atau panutan Sikap profesionalisme adalah sebuah keniscayaan.

Sumber : DR.H.S.Arifin, MA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *