Nias Barat, Lingkaranistana.id
Yasona Laoli dikenal salah seorang putra pulau Nias yang sukses karirnya sampai dua periode presiden Jokowi Dodo beliau menjadi menteri hukum dan hak azasi manusia. Sehingga Yasona Laoli jadi menteri selama sepuluh tahun menjabat.
Masyarakat Pulau Nias berharap dengan adanya putra Pulau Nias di jajaran kementerian dapat membawa angin segar dengan kemajuan di Pulau Nias.
Diketahui, sejak Yasona Laoli menjabat sebagai Menteri, harapan pemekaran Pulau Nias jadi Provinsi dan juga pembangunan akan jadi kenyataan dan dapat diwujudkan.
Tapi, harapan itu seakan hanya mimpi di siang hari. Dimana, selama sepuluh tahun Pulau Nias sangat ketertinggalan, terlebih lebih dari sisi pembangunan. Kecuali upaya para kepala daerah dari empat kabupaten dan satu kota saja yang memperjuangkan daerahnya masing-masing.
Hingga saat ini harapan itu telah kandas, apalagi terkait pemekaran Pulau Nias jadi Provinsi tak bisa terwujud walaupun Yasona Laoli selama sepuluh tahun menjabat sebagai menteri.
Anehnya, pada saat pilkada serentak Yasona Laoli seperti menjadi pahlawan, terlebih lebih di Kabupaten Nias Barat. Yang mana Yasona Laoli mendukung Paslon 01 Bersinar.
Yang menjadi pertanyaan sekarang ialah bagaimana Yasona memperjuangkan kemajuan Nias Barat, sementara dia saja waktu menjabat sebagai menteri tidak bisa buat apa-apa. Apalagi sekarang pemerintahan bukan dipimpin oleh mocong putih atau simerah.
Semoga kita masyarakat tidak tertipu oleh kepintaran mereka berkata kata menjajikan sesuatu yang belum ada ke pastiannya, Kalau benar mereka ada niat mengapa tidak mereka lakukan pada saat mereka menjabat. (UT)
Apa Yang diperbuat Yasona Laoli di Pulau Nias Selama Jadi Menteri












