SIDIKALANG, Dairi.Sumut- Bupati Kabupaten Dairi Ir. Vickner Sinaga di dampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan rakyat Jonny Hutasoit bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Ripmo Padang Bth Selasa 29 April 2025 menerima audiensi dari Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Dairi.
Mereka diterima diruang Rapat kerja Bupati, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an [LPTQ] Jono Pasi dan kepala kantor kementrian Agama Dairi yang pada kesempatan ini di wakili kasubaq umum Mahdi Kudadiri dan yang mewakili Ketua panitia Selamat Bahagia Maha tanpak Disambut langsung oleh Bupati Dairi tersebut.
Adapun tujuan kedatangan Ketua LPTQ ini adalah mengundang Bupati Dairi untuk menghadiri acara pembukaan LPTQ yang ke 50 Tingkat Kabupaten, dan sekaligus Membuka acara MTQ yang diadakan di desa Bintang Mersada kecematan sidikalang kabupaten dairi, yang rencananya diadakan pada tanggal 05 April 2025 mendatang.
Terkait kunjungan yang dilakukan kali ini, Ketua LPTQ Kabupaten Dairi Jono Pasi melaporkan hasil hasil dari kegiatan yang dilaksanakan yang telah digelar, Baik berupa program maupun rekomendasi rekomendasi yang didapatkan. “Kami berupaya agar berbagai program akan dilaksanakan kedepannya, Dengan kolaborasi Pemerintah kabupaten Dairi dan Kantor Kemenag serta organisasi keagamaan, insya allah LPTQ akan semakin meningkat prestasinya,” ungkap Jono.

Menanggapi kedatangan khusus dari pengurus LPTQ Dairi, Vickner Sinaga pun menyampaikan bahwa sebagai bagian dari agenda Nasional, Pemkab Dairi tentu akan memberi dukungan terselenggaranya kegiatan MTQ Kabupaten Dairi yang akan di rencanakan 5-6 Mei 2025 tersebut.
MTQ Provinsi Sumatera Utara 10-16 Mei 2025. Beliau berpesan pelaksanaan MTQ tidak hanya bermakna sebagai peneguhan pemahaman terhadap ajaran agama islam saja, Tetapi diharapkan dapat menjadi barometer untuk mengukur hasil kegiatan pembelajaran Qur’an yang berlangsung di tengah masyarakat yang tersebar di Kabupaten Dairi.
“Selain menjadi media silaturahmi keagamaan yang efektif, juga secara nyata telah terbukti mampu menjadi daya dorong yang kuat memacu percepatan pembangunan terutama dari segi keagamaan atau pencerahan rohani bagi masyarakat. [M.Panjaitan]












