PMII Indramayu Desak DPRD Tindaklanjuti Perda Pasar Tradisional dan Pengelolaan Sampah

Oplus_131072

Indramayu/lingkaranistana.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Indramayu kembali turun ke jalan. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Indramayu, menuntut implementasi dua peraturan daerah (perda) penting yang dinilai mandek: Perda Pasar Tradisional dan Perda Pengelolaan Sampah.
Kamis/15/05/2025

Dalam orasinya, massa aksi menyoroti lemahnya pelaksanaan kedua perda tersebut. Ketua aksi, Budi Hendrawan, menegaskan bahwa pemerintah daerah, baik legislatif maupun eksekutif, gagal menjalankan regulasi yang telah ditetapkan.

“Perda tentang pasar rakyat dan toko swalayan belum juga berjalan sebagaimana mestinya. Begitu pula dengan perda pengelolaan sampah, masih jauh dari harapan,” katanya.

PMII menyoroti minimnya upaya konkret dari pemerintah daerah meski sebelumnya mereka telah menggelar audiensi dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Industri (Diskopdagin) Indramayu.

“Sudah berkali-kali kami.sampaikan, tapi tidak ada tindak lanjut. Bahkan, hari ini sedang ada rapat pansus soal revisi perda pengelolaan sampah, padahal perda sebelumnya saja belum dijalankan,” ujar Budi kecewa.

Ia juga mengkritik kurangnya armada pengangkut sampah.
“Jumlah armada masih di bawah 60 unit untuk melayani 317 desa. Ini bukan sekadar soal administrasi, tapi bentuk kelalaian pemerintah daerah,” tegasnya.

Situasi sempat memanas saat mahasiswa mencoba masuk ke dalam gedung DPRD. Saling dorong antara massa dan aparat kepolisian tak terhindarkan hingga menyebabkan pagar gerbang utama lepas. Meski beberapa anggota dewan, seperti Anggi, Sirojudin, Warda, Mujani, dan Nico, sempat berdialog dengan peserta aksi, mereka tidak mengizinkan seluruh massa masuk ke gedung untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Merasa belum didengarkan sepenuhnya, PMII memutuskan melanjutkan aksi hingga malam hari. Sekitar pukul 18.30 WIB, massa bergerak ke Sport Center untuk mengevaluasi aksi dan merencanakan gelombang demonstrasi yang lebih besar.

“Aksi kami tidak akan berhenti sampai ada kejelasan. Kami tidak akan menyerah melawan kebijakan yang tak berpihak pada rakyat,” pungkas Budi Hendrawan.
( Maman )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *