PENGANUGERAHAN DUTA Budaya Dan Spiritual Nusantara.

MalangLingkaranIstana.id Malam 1 Suro 1959 dalam penanggalan Jawa akan tiba pada Kamis malam, 26 Juni 2025, yang bertepatan dengan Jumat Kliwon, 27 Juni 2025.
Malam itu menandai pergantian tahun baru dalam kalender Jawa—sebuah momentum yang penuh nilai spiritual dan budaya bagi masyarakat Jawa.
Malam 1 Suro dianggap sebagai malam yang sakral dan berfokus pada spiritual.  Masyarakat Jawa percaya
Bahwa pada malam 1 Suro, pintu-pintu alam gaib terbuka lebar dan roh-roh leluhur turun ke dunia untuk memberikan berkah dan perlindungan,

Murjoko Teguh Hariyanto, SE., MM (Ki Mahesa Wong) dengan gelarnya Adalah Sebagai DUTA atau Perwakilan pelaku dan Penggiat Budaya di Nusantara untuk bisa Menjadi Penyampai Pemajuan, Edukasi dan Konsultasi Budaya Di Wilayah Masing Masing Lewat Sanggar, Pesanggrahan, Paguyuban, Padepokan, Komunitas, Rumah Budaya dan sejenisnya.
Penganugerahan ini berlangsung pada hari Kamis tanggal 19 Juni 2025 di Pesanggarahan Cakra Manggilingan.

Peran DUTA atau Perwakilan Budaya dan Spiritual Nusantara Mampu menjadi Jembatan lewat Kompetensi Kemampuan dan Edukasi di bidang masing masing bisa lewat Mekanisme Sistem Program Giat di Wilayah para Duta Budaya dan Spiritual Nusantara. Selain itu ada rangkaian acara di malam penganugerahan tersebut yaitu Macopatan, Serahsehan Budaya, dan doa lintas Agama / Kepercayaan.

Ki Mahesa, menjelaskan bahwa akan selalu konsisten dalam melakukan kegiatan budaya melalui Pesanggrahan miliknya, dan terus mengedukasi kepada masyarakat bahwasannya kita harus bangga menjadi wong jowo dengan segala atributnya.
“Karena Benteng Terakhir Pertahanan Nusantara kita adalah budaya” tegasnya.

Ki Mahesa menjelaskan lebih lanjut, bahwa ada nilai spiritual yang terkandung dalam malam 1 Suro untuk menjadi pedoman hidup masyarakat agar lebih mengenal jati dirinya, tujuan hidupnya, apa yg telah diperbuatnya, apa manfaat hidupnya, dan akan kemana setelah menjalani kehidupan ini dan sadar akan pentingnya menjaga keharmonisan, baik dengan sesama manusia, alam, semua makhluk dan Tuhan serta berperan aktif didalam menjaga keseimbangan kehidupan dunia ini…..
(Urip Iku Urup) artinya Hidup Ini selayaknya harus memberi manfaat bagi semua yang ada disekitar kita…
Rahayu Kamlulyaning Jagad.  ( RI )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *