Indramayu/lingkaranistana.id – Pemerintah Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, tengah mempercepat proses normalisasi Embung Koda Jaya guna memastikan ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian warga. Upaya ini merupakan kolaborasi antara pihak desa dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Embung seluas hampir 5 hektare itu mulai dinormalisasi secara intensif sejak awal Juli. Proyek ini dipacu mengingat datangnya musim kemarau yang dikhawatirkan akan mengganggu suplai air ke sawah-sawah petani.
Kepala Desa Jayamulya, Rustani, menekankan pentingnya embung ini sebagai sumber utama pengairan.
“Embung ini sangat penting, bukan hanya untuk warga kami tapi juga petani di desa sekitar. Kami tidak main-main soal kebutuhan air,” tegasnya saat memantau pengerjaan di lapangan, Senin/14/07/2025.
Selain menggunakan dana desa, proyek ini juga mendapat dukungan penuh dari BBWS Citarum. Proses pengerjaan ditargetkan selesai pada bulan Agustus, dengan metode bertahap dan sistematis untuk memastikan efektivitas jangka panjang.
Salah satu petugas BBWS menjelaskan bahwa normalisasi tak hanya mencakup perbaikan fisik saluran air, tapi juga penataan ulang sistem aliran agar pendistribusian air ke lahan warga menjadi lebih efisien.
Respon masyarakat pun positif. Para petani menyambut baik program ini karena mereka lebih optimis menghadapi musim tanam berikutnya. Suplai air yang lebih stabil diyakini akan mengurangi risiko gagal panen sekaligus meningkatkan hasil pertanian.
Desa Jayamulya kini semakin dikenal sebagai desa yang aktif membangun sektor pertanian. Di bawah kepemimpinan Rustani, berbagai program yang mendukung petani terus digalakkan.
Hal ini menjadikan Jayamulya sebagai salah satu contoh desa yang berperan nyata dalam memperkuat posisi Indramayu sebagai lumbung padi nasional ( Maman )
Embung Koda Jaya Dibenahi, Desa Jayamulya Siap Amankan Pasokan Air untuk Petani












