PENGARUH KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA
Penulis Siti Zubaidah,S. Pd.,M. Pd. ( Dosen FKIP Universitas Islam Labuhanbatu )
Pendidikan adalah fasilitas penting untuk meningkatkan dan memperoleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang baik untuk mensukseskan pembangunan suatu bangsa. Peningkatan kualitas sumber daya manusia akan jauh lebih baik direalisasikan oleh Negara. Oleh sebab itu peningkatan kualitas sumber daya manusia akan sangat penting dan harus di kembangkan secara dini karena keberhasilan suatu bangsa akan dipengaruhi oleh pembentukan karakter dari sumber daya manusia.
Gegne menyebutkan bahwa belajar adalah suatu cara untuk mendapatkan penguatan, keterampilan, kecerdasan, dan sikap yang baik. Gegne menyebutkan dalam teorinya yang diberi nama “ The domains of learning” bahwa hal-hal yang dapat dipelajari manusia terdapat 5 kategori yaitu :
1. Keterampilan motoris
Keterampilan motoris meliputi keterampilan yang dapat dilihat secara fisik yaitu misalnya seperti bernyanyi, melompat, bermain bola, menggambar dan lain sebagainya.
2. Informasi Verbal
Keteranpilan motoris meliputi kecerdasan dalam otak, yang didalamnya terdapat keahlian yang tidak bisa dilihat secara fisik namun dapat dilihat dari hasil yang didapatkan oleh pekerjaan otak misalnya seseorang dapat memahami suatu tulisan lalu mampu menjelaskan atas pemahamannya tersebut terhadap orang lain
3. Kemampuan Intelektual
Kemampuan ntelektual adalah keahlian dibidang pengetahuan yang didalamnya terdapat hubungan dengan dunia luar, contohnya seperti mampu membedakan warna, bentuk serta ukuran.
4. Strategi Kognitif
Strategi ini hampir sama dengan informasi verbal karena pelakunya adalah otak, dimana otak yang bekerja untuk belajar mengingat dan berpikir tentang suatu hal
5. Sikap
Sikap adalah bagian yang utama dalam belajar, karena tanpa sikap yang baik proses belajar tidak akan berlangsung dengan baik, karena dalam sikap tidak dapat diterapkan tanpa adanya kesadaran dari setiap individu.
a. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah perubahan yang terjadi oleh peserta didik baik menyangkut konsep pengetahuan, sikap dan tingkah laku, yang telah melalui belajar.16 Secara sederhana yang dimaksud dengan hasil belajar siswa adalah kemampuan yang didapat anak setelah melakukan kegiatan belajar. Karena belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk transformasi perilaku yang menetap.
b. Cara-cara Belajar
Dalam praktek pembelajaran harus diimbangi dengan teori karena jika hanya teori saja maka proses pembelajaran tidak akan berlangsung dengan baik. Gagne Menyebutkan ada delapan tipe belajar yaitu sebagai berikut :
1. Belajar Isyarat (signal Learning)
Kegiatan belajar ini dilakukan dengan menangkap isyarat. Respon yang ditimbulkan bersifat umum dan emosional. Kimble menerangkan belajar pada semacam ini biasanya bersifat tidak disadari , dan respon yang ditibulkan juga dilakukan secara tidak sadar.
2. Belajar stimulus (Stimulus Respons Learning)
Belajar pada tipe ini digambarkan dengen belajar yang bersifat umum dan emosional. Dimana didalamnya menghubungkan antara sebab dan akibat.
3. Belajar Rangkaian (Chaining)
Belajar tipe ini digambarkan dengan adanya rangkaian proses yang akan ditempuh dalam belajar
4. Belajar Konsep (Concept Learning)
Konsep adalah simbol berpikir. Berfikir yang dilakukan dengan menafsirkan suatu fakta terhadap fakta yang lain yang saling berhubungan.
5. Belajar Aturan (Rule Learning)
Pada tipe belajar ini diberlakukan hukum, adil atau rumus sebagai aturan-aturan yang mendasari belajar tersebut. Belajar ini jika di dunia sekolah banyak terdapat disemua mata pelajaran sekolah
6. Belajar Pemecahan Masalah (Problem Solving Learning)
Memecahkan masalah adalah hal yang melibatkan sebuah pemikiran. Mamecahkan masalah dilakukan untuk mendpatkan sebuah solusi dari permaslahan.
2. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu cara yang dilakukan oleh seorang guru atau pendidik untuk memberikan pengajaran yang berkaitan dengan tujuan pendidikan.. Menurut Mudhofir terdapat empat pola pembelajaran . Pertama, pembelajaran yang dilakukan antara guru dan siswa tidak menggunakan media atau alat peraga pada pembelajaran yang pertama kegiatan pembelajaran hanya bergantung pada kompetensi guru dalam menyampaikan pembelajaran dalam cara penyampaian guru hanya memberikan informasi secara lisan kepada siswa. Kedua, pola antara guru, alat bantu, dan siswa. Dalam pola ini guru telah dibantu menggunakan alat peraga dengan menyampaikan informasi secara abstrak. Ketiga, pola guru, media, dan siswa
3. Keterampilan Menulis
a. Pengertian Menulis
Kemampuan menulis merupakan kemampuan berbahasa yang bersifat produktif yang artinya menulis merupakan kemampuan yang menghasilkan, menghasilkan yang dimaksud adalah menghasilkan tulisan. Menulis merupakan kegiatan yang bersifat kompleks. Menulis merupakan sarana yang digunakan untuk mengembangkan daya nalar dengan cara mengumpulkan fakta yang saling dihubungkan sehingga dapat ditarik kesimpulan. Kemampuan yang diperlukan antara lain kemampuan berfikir secara teratur dan logis, kemampuan mengungkapkan pikiran atau gagasan secara jelas, dengan menggunakan bahasa yang efektif. Kemapuan-kemampuan itu dapat diperoleh melalui proses yang panjang. Menulis adalah keterampilam berbahasa, dan berkalimat, dimana didalmnya berisi kegiatan- kegiatan yang menghasilkan atau memproduksi kalimat-kalimat sebagai salah satu cara untuk mengungkapkan perasaan.
b. Tujuan Menulis
Tujuan menulis adalah untuk menyampaikan pesan secara tidak langsung, yang didalamnya dapat berupa pengalaman, cerita maupun lainnya kepada pembaca. Tujuan menulis dapat diklasifikasikan menjadi empat macam yaitu :
1. Tulisan yang bertujuan untuk memberitahukan , maksdnya adalah tulisan itu dibuat dengan tujuan untuk meberikan informasi kepada pembacanya melalui isi yang ada dalam tulisan tersebut.
2. Tulisan yang bertujuan untuk mendesak atau meyakinkan pembacanya maksudnya adalah tulisan itu dibuat untuk meyakinkan pembaca bahawa isi yang ada didalam tulisan tersebut mengandung kebenaran.
3. Tulisan yang bertujuan untuk menghibur tulisan ini mengandung nilai estetik atau keindahan, tulisan ini dibuat untuk menyenangkan para pembacanya, dan mengajak pembaca masuk kedalam suasana senang yang ada didalam tulisan tersebut.
4. Tulisan yang mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat tulisan ini biasanya dituangkan kedalam bentuk puisi, yang didalamnya mengandung curahan perasaan yang dapat dirangkai menjadi kalimat-kalimat yang indah.
c. Manfaat Menulis
Dalam dunia pendidikan menulis sangat berharga, karena menulis sangat membantu seseorang untuk mengembangkan pola pikirnya menjadi lebih mudah Kegunaan menulis dapat dibagi menjadi empat yaitu :
1. Menulis membantu kita menemukan apa yang pernah kita ketahui, bahkan sebaliknya. Misalnya ketika kita menuliskan tentang sebuah kisah sejarah, secara tidak langsung kita akan masuk kedalamnya dan seolah ikut mengalami apa yang kita tuliskan.
2. Menulis dapat menghasilkan ide-ide baru. Kegiatan menulis akan merangsang pikiran kita untuk menghasilkan sesuatu yang mungkin belum pernah kita tuangkan
3. Menulis membantu kita mengorganisasikan pikiran dan menempatkannya dalam suatu wacana yang berdiri sendiri
4. Menulis membuat pikiran seseorang siap untuk dibaca dan dievaluasi, kita dapat.membuat jarak dengan ide kita sendiri dan melihatnya lebih objektif pada waktu kita siap menuliskannya
5. Menulis membantu kita menyerap dan menguasai informasi baru
6. Menulis dapat membantu kita memecahkan masalah dengan memperjelas unsur- unsurnya dan menempatkannya dalam suatu konteks visual, sehingga dapat diuji.
d. Tahap-tahap menulis
Tompkins dalam resmini menerangkan bahwa tahapan menulis dibagi menjadi lima yang meliputi :
1. Tahap pramenulis (prewriting) merupakan tahap poersiapan dalam tahap ini merupakan tahapan dimana penulis bersiap-siap untuk melakukan kegiatan menulis. Kegiatan dalam tahap ini meliputi : mengumpulkan bahan-bahan, imajinasi, menentukan topik, merancang tujuan, bentuk dan audesnsi. pada tahap ini peserta didik harus berusaha mengutarakan apa yang mereka tulis.
2. Tahap penyusunan draft tulisan (drafting) dalam tahap ini peserta didik telah memfilter ide-ide atau gagasan yang kemudian disimpan dalam sebuah draft atau konsep. Dalam tahap ini peserta didik harus menuangkan ide-ide dengan memperhatiksn ejaan, tanda baca, dan kesalahan mekanikal. Aktifitas dalam tahap ini meliputi: menulis draft kasar, menulis konsep utama, menekankan pada pengembangan isi
3. Tahap perbaikan (revisi)
Tahap perbaaikan merupakan teknis lanjutan dari tahap penyusunan drafting. Didalam tahap ini siswa merefisi tulisan tulisan yang belum sempurna, kegiatan revisi dapat meliputi menambah, mengganti, menghilangkan dan menyusun kembali bahasa tulisan.
4. Tahap penyuntingan ( editing )
Ketika tulisan sudah di anggap baik dalam tahap ini peserta didik /penulis harus benar-benar memperhatikan tulisan menjadi siap baca secara optimal.
5. Tahap menyajikan atau pemublikasian ( publishing)
Tahap ini merupakan tahap yang terakhir dimana penulis atau siswa telah siap untuk mengenalkan tulisan mereka dan siap menerima pendapat dan komentar dari pembaca demi hasil tulisan yang lebih baik.
4. Puisi
a. Pengertian Puisi
Pengamatan mengenai puisi yang mengacu pada kegiatan yang menelaah nsur-unsur yang membangun karya puisi sehingga menimbulkan kesan yang dlam mengenai gagasan-gagasan yang diungkapkan. Sebagai salah satu karya sastra puisi mengandung idea tau pokok persoalan tetentu yang ingin disampaikan oleh penyair. Sudjiman mengemukakan bahwa puisi adalah ragam sasrta yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Mattew Arnold mengemuakan bahwa puisi adalah satu-satunya yang paling indah untuk mendendangkan sesuatu..
b. Jenis-jenis puisi
1. Puisi larik adalah puisi yang mengungkapkan tentang gagasan pribadi yang isinya berbentuk cerita. Puisi larik dapat berupa pengungkapan pujaan terhadap seseorang.
2. Puisi deskriptif adalah puisi yang didalamnya berisi tentang gagasan yang dituangkan dengan cara melukiskan sesuatu untuk mengungkapkan kesan,pesan, peristiwa, pengalaman menarik yang pernah dialaminya agar pembaca dapat terbawa ke suasana hati yang telah ditulis oleh penulis.
Puisi juga terbagi menjadi juga tiga periode yaitu puisi lama, puisi baru dan puisi modern . adapaun pengertiannya yakni sebagai berikut :
a. Puisi Lama adalah sastra yang terikat dengan aturan. Aturan tersebut adalah : pertama, adanya jumlah kata dalam 1 baris. Kedua, adanya jumlah baris dalam 1 bait. Ketiga, adanya persajakan atau rima. Keempat, adanya banyak suku kata tiap baris irama.
Ciri-ciri dalam puisi lama adalah pencipta atau pengarang puisi lama tidak dikenal namanya, disampaikan lewat lisan dari mulut ke mulut melaui cerita , terdapat peraturan yang mengikat dalam penggunaan setiap baris, bait, suku kata maupun rima. Adapun beberapa macam puisi lama yaitu :
A. Mantra
Mantra adalah karya sastra yang didalamnya mengandung hikmah dan kekuatan yang dianggap gaib. Dalam penggunaannya mantra dianggap dapat menyembuhkan dari berbagai penyakit maupun dapat mendatangkan celaka. Mantra digunakan pada beberapa suku yang memiliki adat dan mempercayai akan adanya kekuatan mantra. Contoh :
Mantra untuk mengobati orang dari pengaruh mahluk halus
Sihir lontar pinang lontar
Terletak diujung bumi
Setan buta jembalang buta
Aku sapa tidak berbunyi
Mantra pengobat sakit perut
Gelang-gelang sigali-gali
Malakut kepala padi
Air susu keruh asalmu jadi
Aku sapa tidak berbunyi
B. Karmina
Karmina adalah pantun kilat yang terdiri hanya 2 buah larik . larik pertama sebagai lampiran dan larik kedua sebagai isi.
Ciri-ciri karmina : terdiri dari dua baris, bersajak a-a atau b-b, bersifat epik atau mengisahkan seseorang pahlawan, tidak memiliki sampiran hanya memiliki isi, bari pertama diakhiri koma dan baris terakhir diahiri titik, mengandung dua hal yang bertentangan yaitu rayuan dan perintah.
Contoh : Sudah gaharu cendana pula
Sudah tau bertanya pula
Tari saman indah gerakannya
Tanda iman lapang dadanya
c. Seloka
Seloka adalah berasal dari bahasa sansekerta sloka, seloka merupakan puisi melayu yang didalamnya berisi tentang senda gurau, sindiran, bahkan ejekan. Seloka biasanya ditulis dalam 4 baris tetapi ada juga yang lebih dari 4 baris. Fungsi seloka biasanya digunakan sebagai alat menyindir, mengejek, melahirkan rasa benci terhadap sesuatu sifat manusia, sebagai pengajaran, dan sebagai alat kritik social terhadap kondisi yang ada.
Contoh :
Taman melati dirumah-rumah
Ubur-ubur sampingan dua
Kalau mati kita bersama
Satu kubur kita berdua
d) Gurindam
Gurindam adalah karya sastra lama yang berbentuk puisi . gurindam terdiri dari 2 baris di setiap baitnya, dalam baris pertama mengandung makna syarat, masalah atau persoalan sedangkan di baris yang kedua mengandung makna jawaban dari baris yang pertama. Didalam gurindam baris yang satu dengan yang lain mempunyai kaitan yang erat.
5. Struktur Puisi
a. Pengertian media
Media merupakan segala bentuk yang brupa alat fisik atau alat peraga yang digunakan untuk memudahkan penyampaian isi materi dalam pembelajaran, misalnya seperti buku, mudul, gambar, audio-visual, dan lain-lain. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik yang berupa media cetak maupun berupa audio visual lainnya. media belajar harus tmudah dicari, mudah didapat atau terjangkau, media harus sesuai dengan materi yang akan disampaikan, media belajar haru semenarik mungkin, media tidak membahayakan peserta didik. Media juga diartikan sebagai alat komunikasi guna mengefektifkan proses belajar-mengajar.
Berdasarkan pengertian-pengertian tentang media pembelajaran diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat peraga yang dapat digunakan untuk mempermudah, dan memaksimalkan jalannya kegiatan belajar mengajar .
b. Pengertian Media Gambar
Smaldino dalam Sri Anitah mengemukakan bahwa media gambar merupakan ide-ide abstrak yang berbentuk lebih nyata atau realistic
Pendapat lain dikemukakan oleh Soelarko tentang media gambar yang merupakan suatu peniruan yang dilakukan untuk mendupliaksi benda, tempat, bentuk, rupa serta suatu keadaan. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa media gambar adalah suatu usaha yang dilakukan untuk menciptakan kondisi belajar yang baik dengan meniru, atau menciptakan suatu gambaran dari kehidupan yang nyata.
c. Fungsi media
Degeng menyampaikan bahwa fungsi media adalah untuk membangkitkan minat belajar siswa, menumbuhkan motivasi serta menciptakan ketertarikan kepada peserta idik. Fungsi media dalam pembelajaran menulis salah satunya yaitu :dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa berkaitan dengan cerita yang diterima.
d. Macam-Macam Media
Media gambar diklasifikasikan dalam beberapa kategori yaitu sebagai berikut : Media dalam katagori bentuk dan cirri fisiknya dibagi menjadi dua yaitu media dua dimensi dan media tiga dimensi .Media dua dimensi adalah media yang dapat diamati dengan satu arah, dalam media dua dimensi hanya terdapat panjang dan lebar contohnya seperti gambar .
e. Prinsip-Prinsip Penggunaan Media
Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam peggunaan media dalam kegiatan belajar-mengajar adalah bahwa penggunaan media bertujuan untuk memudahkan peserta didik dalam menerima materi pelajaran.









