Wabup Dairi Terima Kunjungan Kaper BKKBN Provsu

SIDIKALANG, Dairi.Sumut- Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala Jumat 22/08/25 menerima audiensi Kepala Perwakilan [Kaper] BKKBN perwakilan Sumatera Utara, Wahyu   menerima mereka diRuang Rapat kerja Bupati Dairi.

Kaper BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Fatmawati, ST., M.Eng beserta jajaran di sambut hangat oleh Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, Wahyu didampingi Sekretaris Daerah Surung Charles L. Bantjin dan Kadis P3AP2KB dr. Ruspal Simarmata dan penyuluh KB.

Diketahui adapun maksud tujuan audiensi ini adalah silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Dairi dan juga koordinasi  dengan jajaran penyuluh KB yang ada di Kabupaten Dairi dalam rangka penguatan program Program quick win BKKBN Kemendugbangga/BK KBN [Kementerian Perekonomian Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional] yang terdiri dari Lima inisiatif strategis yang bertujuan percepat pembangunan keluarga berkualitas serta upaya penurunan stunting, yaitu GENTING [Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting], TAMASYA [Taman Asuh Sayang Anak], GATI [Gerakan Ayah Teladan Indonesia], SIDAYA [Lansia Berdaya], Dan Super Apps tentang Keluarga. Program program ini merupakan strategi jangka pendek untuk menunjukkan perubahan dan efektivitas BKKBN dengan libatkan kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat dan sektor swasta.

Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dialog yang dilaksanakan. “Kami menyambut baik audiensi ini sebagai wujud sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat. Pemerintah Kabupaten Dairi berkomitmen mendukung penuh program BKKBN demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” ungkapnya.

Melihat data jumlah stunting di Kabupaten Dairi sudah dalam tren menurun, dari 30 % menurun jadi 29% untuk Tahun 2025, Wahyu pun menyampaikan komitmen pemkab Dairi melalui dinas teknis terkait untuk segera dalam melaksanakan program GENTING yang menyasar ibu hamil, Ibu menyusui dan juga balita dari keluarga yang berisiko stunting, khususnya pada golden period yaitu 1.000 hari pertama kehidupan.

“Upaya ini akan menjadi langkah langkah awal dalam memperkuat intervensi dari pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting di Dairi,” Sebut Wahyu.

Pertemuan ini diharapkan  agar supaya koordinasi lintas sektor terus semakin ditingkatkan, serta adanya sinergi antara BKKBN Provinsi  Sumatera Utara dan Pemkab Dairi didalam menjalankan program-program strategis demi guna mewujudkan  keluarga berkualitas dan generasi emas 2045. [M.Panjaitan]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *