Indramayu/lingkaranistana.id – Tradisi adat Jawa peninggalan leluhur masih terus dilestarikan oleh masyarakat hingga kini. Salah satunya adalah acara Unjungan yang rutin digelar oleh warga Desa Wirakanan, Blok Pengodengan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.
Dalam pelaksanaan tradisi tersebut, masyarakat berbondong-bondong mendatangi pemakaman umum Blok Ganden dengan membawa nasi tumpeng, lauk-pauk, serta buah-buahan.
Kegiatan ini diisi dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan kirim doa bagi para leluhur yang telah meninggal dunia.
Acara Unjungan turut dihadiri oleh Kepala Desa Wirakanan H. Nurkat, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta tokoh adat setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Wirakanan H. Nurkat menyampaikan rasa hormat kepada para sesepuh dan masyarakat yang hadir.
“Yang saya hormati para sesepuh dan tokoh masyarakat yang dimuliakan Allah SWT, acara unjungan di Blok Ganden ini bisa menjalani silaturahmi sesama keluarga,” papar Kuwu H. Nurkat, Jumat/10/10/2025 di lokasi.
Lebih lanjut, H. Nurkat menjelaskan bahwa kegiatan Unjungan ini bertujuan untuk mengirim doa kepada orang-orang yang telah mendahului, sekaligus mengingatkan bahwa setiap manusia akan mengalami kematian.
“Terkait pertanian masyarakat Wirakanan panen semua, hal ini tak luput dari usaha kita semua dan rasa terima kasih kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Sementara itu, Sugri, salah satu tokoh masyarakat, menyampaikan bahwa acara Unjungan merupakan bentuk penghormatan terhadap tradisi nenek moyang yang terus dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat.
“Acara unjungan ini semata-mata memenuhi adat tradisional yang sejak zaman nenek moyang hingga sekarang masih terus dilakukan,” ujarnya.
Tradisi Unjungan di Desa Wirakanan menjadi simbol kuatnya nilai-nilai kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, dan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah.
( Maman )
Tradisi Unjungan di Desa Wirakanan, Bentuk Pelestarian Adat Leluhur










