Indramayu/lingkaranistana.id — Rencana revitalisasi Pasar Wanguk di Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, tengah menuai polemik. Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar (IPP) Wanguk menolak rencana tersebut karena dinilai terburu-buru dan berpotensi merugikan pedagang kecil.
Menanggapi keresahan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono turun langsung menemui para pedagang, didampingi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Indramayu Edi Fauzi, Ono menggelar dialog terbuka dan silaturahmi dengan pedagang Pasar Wanguk. Pada /Minggu/12/10/2025.
Pertemuan berlangsung hangat dan membahas berbagai persoalan yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam kesempatan itu, Ono Surono menegaskan bahwa rencana revitalisasi tidak boleh dilakukan secara sepihak.
Ia menilai langkah pemerintah desa Kedungwungu terlalu memaksakan proyek tanpa adanya kesepahaman dengan pedagang.
“Saya tegaskan, ini bukan kewenangan Kuwu (kepala desa). Jika menyangkut gejolak sosial, ekonomi, dan politik masyarakat, itu sudah menjadi domain Bupati. Pemerintah desa harus mendengarkan aspirasi rakyat sebelum bertindak,” ujar Ono Surono di hadapan para pedagang.
Sementara itu, Ketua IPP Wanguk, Rusnata, meminta agar pedagang tetap diberi ruang untuk berjualan di kios mereka. Ia menolak kemungkinan adanya penggusuran akibat proyek revitalisasi tersebut.
“Kami bukan menolak pembangunan, tapi kami ingin keadilan. Kami hanya ingin tetap bisa berjualan di tempat yang selama ini menjadi sumber penghidupan kami, sampai masa akhir hak guna pakai kios sampai 2030 berdasarkan perdes tahun 2010,” tegas Rusnata.
Menanggapi hal tersebut, Ono Surono berjanji akan turun langsung ke Desa Kedungwungu untuk memediasi persoalan antara pemerintah desa dan para pedagang.
“Kami akan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan. Pemerintah desa dan pedagang harus duduk bersama mencari jalan keluar yang adil,” tambahnya.
Dalam dialog itu, Edi Fauzi juga mengingatkan agar program revitalisasi tidak dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.
“Kami tidak ingin revitalisasi ini berujung pada praktik jual beli kios atau keuntungan pengembang. Pedagang mendukung pembangunan, tapi jangan sampai mereka dikorbankan,” tegasnya.
Pertemuan lanjutan antara pemerintah desa Kedungwungu, aliansi pedagang, dan DPRD Indramayu dijadwalkan berlangsung Senin /13/10/2025, dan akan dimediasi langsung oleh Edi Fauzi
Di akhir kunjungannya, Ono Surono meninjau kondisi Pasar Wanguk dan berdialog dengan sejumlah pedagang. Ia menegaskan pentingnya menempatkan aspirasi masyarakat sebagai dasar dalam setiap kebijakan pembangunan.
“Revitalisasi pasar seharusnya menjadi langkah maju bagi kesejahteraan rakyat, bukan sumber konflik,” pungkasnya.
( Maman )
Ono Surono Siap Mediasi Polemik Revitalisasi Pasar Wanguk, Tegaskan Pemerintah Desa Harus Dengar Suara Pedagang












