Indramayu/lingkaranistana.id – Suasana di Desa Cidempet, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, diperkirakan akan memanas pada Rabu, 22 Oktober 2025. Pasalnya, ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Cidempet (GAMACI) berencana menggelar aksi damai di depan Balai Desa Cidempet mulai pukul 10.00 WIB.
Aksi yang mengusung tema “Grudug Balaidesa: Suara Rakyat Tuntut Keadilan” ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait dugaan kurangnya transparansi dalam pengelolaan aset dan dana desa, serta dugaan pungutan liar dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Dalam berbagai poster yang beredar, warga menuntut penjelasan terbuka dari pemerintah desa mengenai penggunaan dana desa dan pengelolaan aset-aset milik desa. Mereka juga meminta agar setiap program desa dirancang dan dijalankan secara terbuka serta melibatkan partisipasi masyarakat.
Selain itu, warga menyoroti adanya dugaan pungutan liar dalam pelaksanaan program PTSL yang seharusnya tidak dikenakan biaya. Beberapa warga mengaku diminta membayar sejumlah uang oleh oknum perangkat desa dengan alasan biaya administrasi dan operasional.

Koordinator GAMACI menegaskan, aksi ini akan berlangsung secara damai dan tertib. Ia juga mengimbau seluruh peserta aksi agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga keamanan serta ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Ini adalah aksi damai untuk memperjuangkan hak masyarakat dan meminta kejelasan dari pemerintah desa. Kami tidak ingin ada keributan, hanya ingin suara rakyat didengar,” ujar salah satu perwakilan GAMACI
Aksi “Grudug Balaidesa” ini diperkirakan akan diikuti ratusan warga dari berbagai lapisan masyarakat. Warga berharap, aksi ini menjadi titik awal perubahan menuju pemerintahan desa yang lebih transparan, jujur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
( Maman )










