Siraman kalbu oleh Dwi Hartoyo Minggu, 16 November 2025

 

Harta Dunia Adalah Hak Pakai

Dalam perjalanan hidup, kita sering terseret oleh godaan dunia: mengejar harta, memburu pujian, dan berlomba menunjukkan siapa yang paling hebat. Padahal, sejatinya semua yang kita miliki hanyalah hak pakai, bukan hak milik. Rumah yang kita bangun megah, kendaraan yang kita beli dengan bangga, hingga tumpukan tabungan yang kita jaga ketat—semuanya hanya akan tinggal di dunia ketika kita menutup mata untuk terakhir kalinya.

Apapun yang kita kumpulkan selama hidup, tidak ada satu pun yang akan menyertai kita ke alam berikutnya. Semua tinggal menjadi cerita, menjadi kenangan, bahkan menjadi sengketa bagi mereka yang ditinggalkan.

Namun ada satu jenis harta yang tidak akan pernah hilang, tidak akan habis, dan akan mengikuti kita ke manapun kita pergi: harta kebajikan. Setiap kebaikan yang kita berikan, setiap tangan yang kita ulurkan, setiap air mata orang lain yang berhasil kita hapuskan—itulah harta sejati yang kelak menjadi penerang jalan kita.

Harta dunia membuat kita tampak berlebihan, tetapi harta kebajikan membuat kita berarti. Sebab kebaikan tidak hanya mengangkat derajat kita di hadapan manusia, tapi juga menjadi bekal abadi di hadapan Sang Pencipta.

Maka, ketika kita diberi rezeki yang banyak, janganlah menjadi sombong atau angkuh. Jangan merasa paling tinggi hanya karena memiliki apa yang orang lain tidak punya. Sebab apa yang kita sebut “milik” itu sesungguhnya hanyalah titipan—yang suatu hari pasti diminta kembali.

Kaya bukanlah salah, sombonglah yang membuat kita jatuh.

Berbuat baik bukanlah kewajiban, tapi itulah warisan terbaik yang kita tinggalkan.

Semoga kita semua selalu diberi hati yang lembut, pikiran yang jernih, dan kesadaran bahwa hidup bukan tentang seberapa banyak kita mengambil, tapi seberapa banyak kita memberi.

( Suparudin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *