Indramayu/lingkaranistana.id — Bakal Calon Kuwu Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Wiyadi, mengemukakan kekecewaannya atas hasil seleksi administrasi dan penilaian Pilwu. Ia merasa terdapat kejanggalan dalam proses penilaian, terutama setelah nilai yang sebelumnya berada pada posisi tertinggi justru berubah menjadi nilai terendah. Hal itu ia sampaikan pada Jumat, 21/11/ 2025.
Wiyadi menjelaskan bahwa sejumlah komponen kompetensi yang seharusnya dinilai justru tidak dimasukkan oleh panitia, termasuk pengalaman dirinya sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) selama dua periode.
Menurutnya, posisi tersebut memiliki dasar hukum yang kuat sebagai bagian dari unsur pemerintahan desa.
“Saya pernah menjabat anggota BPD dua periode. Dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan peraturan, turunannya
BPD merupakan bagian dari kelembagaan pemerintah desa. Tetapi mengapa pengalaman itu tidak dimasukkan sebagai nilai? Ini merugikan saya,” ujar Wiyadi.
Ia menegaskan akan menempuh berbagai langkah untuk memperjuangkan haknya, baik dengan melaporkan dugaan ketidaksesuaian tersebut kepada panitia di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, termasuk DPRD.
Wiyadi juga membuka kemungkinan membawa persoalan ini ke PTUN apabila tidak ada penyelesaian yang jelas.
Selain itu, Wiyadi juga menyoroti belum adanya pengumuman resmi dari panitia meski nilai peserta telah beredar. Ia menyebut informasi mengenai peserta yang lolos seleksi terus berubah-ubah dari hari ke hari.
“Hari ini disebut si A lolos, besoknya berubah lagi ke si B atau si C. Dari delapan bakal calon, informasi kelulusan selalu gonta-ganti. Saya hanya ingin kejelasan. Panitia bilang proses ini rahasia, tapi kok informasi berubah terus seperti sudah ada yang diarahkan,” tegasnya.
Ia menilai situasi ini dapat memberi preseden buruk bagi proses demokrasi di desa serta menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Terpisah, Arjaya selaku tim sukses Wiyadi turut meminta panitia Pilwu Desa Tinumpuk menyampaikan penjelasan secara terbuka mengenai seluruh tahapan seleksi, mulai dari proses awal hingga penetapan calon tetap.
“Kami berharap panitia memberikan keterangan resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, panitia Pilwu Desa Tinumpuk belum memberikan keterangan atas keluhan tersebut.
( Maman )
Wiyadi Pertanyakan Transparansi Penilaian Seleksi Pilwu Desa Tinumpuk












