Calon Kuwu Datang Seorang Diri, Momen Ibu Beri Payung Sambil Gendong Anak Warnai Pengundian Nomor Urut di Tempel Kulon

Oplus_131072

Indramayu/lingkaranistana.id — Pelaksanaan tahapan pengundian nomor urut Calon Kuwu (Pilwu) Desa Tempel Kulon, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, berlangsung dengan penuh antusias. Para calon umumnya hadir dengan iringan pendukung, membawa arak-arakan serta yel-yel penyemangat yang menambah semarak suasana. Pada Selasa/25/11/2025.

Namun di tengah keramaian tersebut, perhatian warga justru tertuju pada salah satu calon kuwu yang hadir dengan cara berbeda. Tanpa membawa rombongan ataupun iring-iringan pendukung, calon tersebut datang seorang diri dengan langkah tenang. Sikapnya yang sederhana dan rendah hati menjadi pemandangan yang mencuri perhatian banyak pihak.

Calon tersebut langsung menuju lokasi acara untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengundian nomor urut sesuai ketentuan panitia. Tanpa atribut kampanye maupun sorakan pendukung, kehadirannya yang apa adanya justru dinilai sebagai bentuk kedewasaan dalam berdemokrasi.

Beberapa warga menganggap sikap itu mencerminkan karakter pemimpin yang tidak perlu menunjukkan kemeriahan untuk sekadar menunaikan kewajiban sebagai peserta Pilwu.

Suasana haru sempat tercipta ketika seorang ibu yang tengah menggendong anak kecil mendatangi calon tersebut. Melihat calon itu berjalan di bawah terik matahari tanpa pelindung, sang ibu spontan memberikan payung kecil yang ia bawa. Tindakan sederhana namun sarat makna itu disambut senyum oleh calon kuwu dan menarik perhatian warga yang menyaksikan.

Bagi masyarakat yang hadir, peristiwa tersebut menjadi simbol bahwa dukungan masyarakat tidak melulu harus ditunjukkan melalui keramaian, tetapi bisa hadir dari ketulusan, kepedulian, dan spontanitas warga biasa. Momen tersebut bahkan menjadi perbincangan hangat, menggambarkan bahwa nilai kebersamaan tetap menjadi bagian penting dalam proses Pilwu.

Panitia Pilwu Desa Tempel Kulon menyampaikan bahwa seluruh tahapan berjalan lancar, tertib, dan aman. Para calon kuwu mengikuti pengundian nomor urut sesuai jadwal tanpa ada hambatan berarti. Panitia berharap seluruh proses Pilwu tahun 2025 ini dapat berjalan damai, kondusif, dan tetap menjaga persatuan antarwarga.
Momen unik saat ibu memberi payung kepada calon kuwu yang hadir seorang diri itu kini menjadi salah satu warna tersendiri dalam pelaksanaan Pilwu Tempel Kulon. Suasana kekeluargaan,

kesederhanaan, dan rasa saling peduli antarmasyarakat tampak begitu kuat, memberikan pesan bahwa demokrasi di tingkat desa tidak hanya berbicara soal persaingan, tetapi juga tentang nilai-nilai kemanusiaan yang harus dijaga bersama.
( Maman )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *