Indramayu/lingkaranistana.id — Pemerintah Desa Cantigi Kulon, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, kembali menyelenggarakan Culture Festival Sedekah Bumi, sebuah tradisi tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Tahun ini, kegiatan dilaksanakan dengan mengusung tema “Syukuran Panen, Ngunduh Keberkahan. Sedekah Bumi Mempererat Rasa”, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang melimpah sekaligus sebagai sarana memperkuat hubungan sosial antar warga. Bertempat di lapangan Voli Blok Balai Desa RT 06 RW 03.
Acara dimulai dengan kegiatan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Dalam suasana khidmat, warga dari berbagai kelompok usia berkumpul di area pusat kegiatan untuk memanjatkan doa dan harapan agar hasil panen tahun-tahun mendatang senantiasa diberkahi.Pagelaran Sandiwara tidak hanya sebagai hiburan, namun memberikan edukasi nilai nilai budaya kepada generasi muda.
Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama, yang telah menjadi ciri khas Sedekah Bumi di Cantigi Kulon. Hidangan yang disajikan merupakan hasil swadaya masyarakat, mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang masih terpelihara dalam kehidupan sehari-hari warga.
Kuwu Desa Cantigi Kulon, Chaerotunnisa, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi secara aktif dalam penyelenggaraan sedekah bumi tahun ini.
“Pelaksanaan Sedekah Bumi bukan sekadar ritual adat, tetapi momentum penting untuk menguatkan rasa syukur serta mempererat persaudaraan di antara warga. Tradisi ini mengajarkan kita untuk tetap rendah hati, menghargai hasil panen, dan menjaga hubungan yang harmonis. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Pada Rabu/26/11/2025.
Sementara itu, Sekretaris Desa Cantigi Kulon, Chafifur Ruhan Islami, ST, menambahkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kearifan lokal masih memiliki tempat penting dalam kehidupan modern.

“Partisipasi warga sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa tradisi Sedekah Bumi masih relevan dan menjadi identitas kuat desa kami. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus memfasilitasi serta memperkuat kegiatan yang berkaitan dengan budaya lokal, karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat bermanfaat bagi kehidupan sosial,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kerja sama berbagai pihak, mulai dari lembaga desa, pemuda, hingga tokoh masyarakat yang turut mendukung kelancaran penyelenggaraan sedekah bumi.
Salah seorang warga setempat, Yadi memberikan tanggapan positif atas pelaksanaan kegiatan Sedekah Bumi tahun ini.
“Kami bangga karena kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang syukur panen, tetapi juga kesempatan bagi warga untuk berkumpul, berbaur, dan saling membantu. Tradisi ini membuat kami semakin dekat satu sama lain. Harapan kami, Sedekah Bumi tetap diadakan setiap tahun agar budaya lokal tidak hilang dan anak-anak muda dapat terus mengenalnya,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya Culture Festival Sedekah Bumi tahun ini, Desa Cantigi Kulon kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas desa.
Pemerintah desa berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai sosial, memperluas silaturahmi, dan menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Kegiatan Sedekah Bumi diharapkan terus menjadi tradisi yang membumi, relevan, serta memberikan inspirasi bagi generasi mendatang tentang pentingnya menjaga budaya, rasa syukur, dan kebersamaan.
( Maman )










