Tawuran Antar Gank di Desa Memanas, Rumah Warga Rusak dan Betor Nyaris Terbakar

Batubara (Sumut), MLi.id- Desa Suka Jaya Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara, Tawuran antar kelompok pemuda atau gank kembali terjadi dan meresahkan warga desa pada Jumat malam (15/5/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Bentrokan yang melibatkan gank Andre dan gank Wahyu itu disebut berlangsung brutal dengan menggunakan senjata tajam hingga bom molotov.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keterangan kepala dusun, keributan bermula saat kelompok Andre lebih dulu mendatangi dan menyerang lokasi tempat berkumpulnya gank Wahyu pada sore hari. Penyerangan itu disebut dilakukan secara arogan sehingga memicu aksi balasan.

Tidak terima diserang, kelompok Wahyu kemudian melakukan serangan balik dengan kembali mendatangi kelompok Andre. Situasi pun memanas hingga berujung tawuran terbuka yang membuat warga sekitar ketakutan dan panik.

Akibat bentrokan tersebut, satu rumah warga mengalami kerusakan cukup parah pada bagian jendela kaca setelah dihantam lemparan batu dari kedua kelompok yang bertikai. Selain itu, satu unit becak bermotor (betor) juga nyaris terbakar diduga akibat lemparan benda berbahaya saat tawuran berlangsung.

Kepala Desa Fahrul Rozi, SH mengatakan pihak pemerintah desa sebenarnya telah menginstruksikan seluruh kepala dusun untuk melaksanakan ronda malam setiap hari guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Namun, tawuran tetap pecah diduga akibat adanya kelengahan dalam pengawasan.

“Kami selaku kepala desa sudah memerintahkan kepala dusun, mulai dari dusun 1 dan seterusnya untuk melakukan ronda setiap hari. Namun karena adanya kelengahan, tawuran tidak dapat dihindarkan, padahal piket malam kepala dusun sudah sesuai instruksi bapak camat,” ujar Fahrul Rozi kepada awak media.

Warga berharap aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku tawuran yang dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat. Terlebih, dalam bentrokan tersebut para pelaku disebut menggunakan senjata tajam dan bom molotov yang dapat membahayakan keselamatan warga sekitar.

Masyarakat juga meminta pihak kepolisian meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah desa agar aksi tawuran antar gank tidak kembali terulang dan situasi kamtibmas tetap aman serta kondusif. (Rosiah/ilo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *