OKI. MBS. Pemerataan pembangunan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali menjadi sorotan. Di tengah gencarnya program digitalisasi desa, internet cepat, dan pengentasan blankspot hingga wilayah pesisir, ternyata masih ada ribuan warga yang belum menikmati pelayanan dasar berupa aliran listrik PLN.
Kondisi tersebut dialami sekitar 2.800 Kepala Keluarga (KK) di Desa Simpang 3 Jaya, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI.
Hingga kini, warga setempat masih bergantung pada listrik diesel swadaya yang operasionalnya ditentukan oleh ketersediaan bahan bakar solar dan iuran masyarakat.
Ironisnya, penantian warga untuk mendapatkan sambungan listrik permanen dari PLN telah berlangsung sejak tahun 2009 silam. Namun sampai saat ini, kebutuhan dasar tersebut belum juga terealisasi.
Menjelang malam hari, suasana di Desa Simpang 3 Jaya tampak berbeda dibanding desa-desa lain di Kabupaten OKI. Ketika wilayah lain mulai menikmati perkembangan teknologi dan jaringan internet 4G, warga Simpang 3 Jaya justru masih disibukkan memastikan genset desa tetap hidup agar lampu rumah mereka bisa menyala.
“Kalau solar habis atau genset rusak, otomatis gelap total. Kami iuran setiap bulan untuk beli solar dan perawatan mesin,” ungkap salah seorang warga, Minggu (17/5/2026).
Menurut warga, kondisi tersebut tidak hanya membebani ekonomi masyarakat, namun juga berdampak terhadap aktivitas pendidikan anak-anak, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan usaha kecil masyarakat yang sangat terbatas akibat minimnya pasokan listrik.
Masyarakat menilai pemerintah daerah terkesan belum serius menghadirkan keadilan pembangunan hingga pelosok desa. Sebab di saat sejumlah program modernisasi dan digitalisasi terus digaungkan, masih ada ribuan warga yang belum mendapatkan hak dasar berupa akses listrik negara.
“Jangankan bicara internet cepat, listrik saja kami belum punya. Kami ini seperti dianaktirikan,” ujar warga lainnya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait pemerataan pembangunan di Kabupaten OKI. Warga berharap Pemerintah Kabupaten OKI bersama pihak PLN segera memberikan perhatian serius dan langkah nyata untuk merealisasikan sambungan listrik permanen di Desa Simpang 3 Jaya.
Masyarakat juga meminta agar pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan yang bersifat seremonial dan pencitraan, melainkan benar-benar memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara merata hingga ke wilayah pelosok. (Red)
Mbs TSp tim












