TEBO //Lingkaranistanan.id –
Masyarakat menjerit atas kelangkaan minyak solar dan sulitnya mendapatkan BBM untuk kendaraan pribadinya dan untuk usaha sehingga terancam mogok beraktifitas
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar kian mencekik para pelaku usaha kecil di Kabupaten Tebo, Jambi khususnya pekerjaan galian sumur bor
Suyanto,salah satu pengusaha Sumur bor di Rimbo Bujang mengatakan masalah minyak Solar, tidak hanya langka, harga solar di tingkat eceran kini melonjak drastis hingga menembus angka Rp 19.000 per liter.
Kondisi ini memaksa sejumlah penyedia jasa pembuatan sumur bor tersendat aktivitas operasional nya.
Saya pelaku usaha yang terdampak parah atas kelangkaan jenis solar ini,, kata Suyanto penyedia jasa sumur bor di kawasan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.
Menurut Suyanto, tersendatnya pasokan solar membuat pengerjaan sumur bor milik warga menjadi tersendat berhari-hari.
”Kami benar-benar kesulitan, Solar kalaupun ada di eceran harganya sudah tidak masuk akal, sampai Rp 19.000 per liter.,keluh Suyanto saat diwawancarai awak media Lingkaran istana Minggu 24-Mei – 2026
Dilema Operasional dan Pembengkakan Biaya
Mesin bor diesel membutuhkan pasokan solar yang stabil untuk dapat menembus lapisan tanah yang dalam.
dengan lonjakan harga yang hampir dua kali lipat dari harga normal, para pekerja kini menghadapi dilema besar:
Pekerjaan: Mengakibatkan kerugian waktu dan komplain dari konsumen yang membutuhkan air bersih.
Melanjutkan Pekerjaan: Berisiko tinggi mengalami kerugian materiil karena biaya operasional yang membengkak tidak sebanding dengan kesepakatan harga awal dengan konsumen.
Dampak dari tersendatnya pekerjaan sumur bor ini mulai dirasakan oleh masyarakat sekitar. Banyak konsumen yang saat ini sangat bergantung pada sumur bor baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, terutama saat sumur galian mereka mulai mengering.
Suyanto pelaku usaha sumur bor berharap pihak terkait segera turun tangan untuk mengatasi kelangkaan solar ini serta menertibkan harga eceran yang sudah di luar batas wajar.
Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, sektor usaha mikro dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akan lumpuh total. (Tim)









