TEBO// Lingkaranistana. Id– Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Tebo yang digelar pada Rabu (10/6/2026) menorehkan kejutan besar. Di luar dugaan, kontestasi politik tingkat desa di Purwoharjo, Kecamatan Rimbo Bujang, melahirkan pemimpin baru setelah figur muda berhasil menumbangkan kepala desa petahana (incumbent), Musaidin, A.Md.
Sosok muda tersebut adalah Deni Aris Saputra. Menariknya, di awal tahapan Pilkades, kehadiran pria yang akrab disapa Deni AS ini sempat dipandang sebelah mata dan dianggap hanya sebagai calon ‘boneka’ atau formalitas belaka.
Bukan tanpa alasan, pendaftaran Deni dilakukan sebagai respons darurat menyusul aturan Pilkades yang mensyaratkan minimal harus ada dua calon agar pemilihan bisa berjalan. Hingga batas waktu pendaftaran pertama ditutup, hanya Musaidin selaku petahana yang mendaftar. Demi menyelamatkan tahapan demokrasi di desa tersebut, Deni pun maju melakukan pendaftaran susulan sebagai suksesor penantang.
Namun, status “penggenap syarat” itu berhasil diputarbalikkan. Deni justru melesat dan memenangkan hati mayoritas masyarakat Desa Purwoharjo.
Saat ditemui di kediamannya usai penghitungan suara, Deni tidak menampik anggapan miring yang sempat dialamatkan kepadanya di awal kompetisi. Namun, anggapan itulah yang justru membakar semangatnya untuk membuktikan diri.
”Benar, awalnya saya dianggap boneka. Namun, pencalonan ini sebenarnya adalah murni kehendak dari masyarakat Jalan 1 yang kompak mengusung saya. Dengan sumber daya serta jaringan yang saya miliki, saya bertekad membuktikan kesungguhan dan keseriusan dalam pencalonan ini,” ujar Deni sembari berbincang santai menikmati kopi.
Bagi warga setempat, kemenangan Deni AS bukan sekadar ganti pemimpin, melainkan sebuah catatan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, Kepala Desa Purwoharjo lahir dari wilayah Jalan 1.
Sambil menyambut ucapan selamat dari para pendukungnya, Deni menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan tongkat estafet kepemimpinan desa kepadanya.
”Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Purwoharjo yang telah memilih saya. Apresiasi tinggi juga untuk warga Jalan 1, serta saudara-saudara saya di PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) tempat saya bernaung selama ini,” ungkapnya.
Tumbangnya Musaidin di tangan Deni AS sekaligus memperpanjang mitos unik yang ada di wilayah tersebut. Hingga saat ini, Desa Purwoharjo Rimbo Bujang mencatatkan sejarah bahwa belum pernah ada satu pun kepala desa petahana yang berhasil menang kembali secara berturut-turut (back-to-back) untuk periode kedua. (Bd)










