TEBO // Lingkaran Istana Id – Nama Hakim M. Jani barangkali merupakan potret nyata bagaimana pendidikan surau dan pesantren mampu melahirkan tokoh yang berintegritas.
Lahir sebagai anak desa dari Tanah Kampung Tl Kuali 1912 perjalanan hidup H. Muhammad Jani membentang dari wilayah keagamaan, penegakan hukum agama hingga panggung politik parlemen.
Menimba Ilmu di Jantung Pendidikan Pompes Parabek
Perjalanan intelektual H.M. Jani dimulai ketika ia merantau ke Bukittinggi untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Sumatera Thawalib Parabek. Ia tercatat belajar di sana selama tujuh tahun, tepatnya pada periode 1927 hingga 1934.
Di Parabek, H.M. Jani ditempa langsung oleh pendiri pesantren tersebut, Syekh Ibrahim Musa, seorang ulama besar Minangkabau yang pernah menuntut ilmu di Mekah selama 9 tahun. Di bawah bimbingan langsung sang ulama, H.M. Jani tidak hanya memperdalam ilmu fikih dan syariat, tetapi juga menyerap ketegasan prinsip yang kelak membentuk karakternya di masa depan.
Selesai menempuh pendidikan agama di ParabekH.,M.Jani menempa ilmu agama lagi di Aceh dan terakhir di Medan.Dengan modal ilmu agama yang kuat membawa H.M. Jani dipercaya mengemban amanah sebagai Hakim 9 Koto 7 koto kisaran tahun 1950, sebuah posisi penting dalam struktur peradilan adat dan hukum agama yang menuntut keadilan serta kearifan tinggi dalam menyelesaikan perkara di tengah masyarakat.
Langkah pengabdiannya tidak berhenti di ruang sidang. Karisma dan integritasnya sebagai mantan hakim membawa H. M. Jani masuk ke ranah politik praktis demi memperjuangkan aspirasi masyarakat yang lebih luas. Ia terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) wilayah Bungo Tebo untuk periode 1977–1982 dari Partai Golkar.
Selama lima tahun di parlemen, M. Jani dikenal sebagai legislator yang santun dan ulung, namun ,sebuah cerminan dari didikan pesantren dan kebijaksanaan seorang hakim.
Pendidikan bukan
sekadar mencetak orang pintar, tetapi membentuk karakter yang teguh pada keadilan. H.M. Jani adalah bukti nyata penggabungan antara nilai agama, hukum, dan pengabdian masyarakat.”
Kisah H. M. Jani,Suami dari Hj.Zainab yang juga di tempa dengan pendidikan agama,alumni Diniyyah Puteri Padang Panjang 1931-1938 ,Anak Desa dari Tl. Kuali ini ,terus menjadi inspirasi bagi generasi muda di Bungo Tebo bahwa seorang anak desa dengan didikan agama yang kuat mampu berkiprah di pentas apapun, tanpa kehilangan jati dirinya.
Semasa tuanya,,H.M.Jani bnyk mendidik agama dan contoh bagi pemimpin desa Tl. Kuali terkhusus di bidang agama.. Alhamdulillah..sampai Akhir hayatnya umur 97 tahun..beliau tetap di hormati dan di segani masyarakat banyak .Ucap Husni salah satu cucu dari beliau. ( Oeoes)










