Mengintip Jejak Candi Teluk Kuali yang Terabaikan: Warisan Berharga Tebo yang Menanti Perhatian

Oplus_131072

TEBO — lingkaran Istana Id – Provinsi Jambi kembali menyimpan misteri sejarah yang belum sepenuhnya terkuak. Salah satunya adalah Candi Teluk Kuali, sebuah situs bersejarah yang kini kondisinya kian memprihatinkan dan terkesan terabaikan. Padahal, situs ini menyimpan bukti kuat adanya peradaban besar masa lampau di tanah Jambi khususnya di Kab Tebo

​​Keberadaan Candi Teluk Kuali bukanlah sekadar mitos. Bukti konkret keberadaan candi ini diperkuat dengan ditemukannya patung atau arca batu bercorak Hindu-Buddha dan barang barang lainya di lokasi tersebut.
​Demi menjaga kelestariannya, benda-benda cagar budaya bernilai tinggi tersebut kini telah diamankan dan disimpan dengan rapi di Museum Siginjai Jambi (sebelumnya dikenal sebagai Museum Negeri Jambi).

​​Sejarah penyelamatan arca ini tidak lepas dari peran seorang tokoh lokal. Sepanjang tahun 1975 hingga 1992, arca-arca tersebut berhasil diselamatkan dan dirawat berkat inisiatif dari Almarhum H Hoesin Saat , yang kala itu menjabat Bupati Bungo Tebo dan pada Tahun 1992 Arca tersebut di antar ke Mesium Jambi.

​Dulu, sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam melindungi situs ini, areal Candi Teluk Kuali sempat dipagar pembatas dan dijaga ketat selama bertahun-tahun agar terhindar dari penjarahan tangan-tangan jahil,” ujar Husni salah seorang warga setempat mengenang masa lalu situs tersebut.

​Berbicara mengenai nilai historis yang tinggi dari Candi Teluk Kuali sebenarnya sudah lama mengundang daya tarik dunia akademik. Dahulu pada tahun 80 an,Orang dari Belanda sering datang dan berkunjung ke rumah almarhum Hoesin Saat untuk konfirmasi atau mempertanyakan keberadaan candi dan Arca tersebut. Dan terakhir para ahli sejarah dan arkeologi dari Universitas Indonesia (UI) bersama rombongan mahasiswa pada tahun 2019 pernah turun langsung ke lokasi untuk melakukan penelitian, ekskavasi, dan menelusuri lebih dalam mengenai struktur serta asal-usul candi ini.Ucap Husni.

​Melihat kondisinya yang kini kian meredup dan terabaikan, masyarakat setempat menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah maupun pusat. Warga mendesak agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk memugar kembali (restorasi) Candi Teluk Kuali.

Masyarakat berharap, jika candi ini dipugar dan ditata dengan baik, situs Teluk Kuali tidak hanya menjadi warisan sejarah yang terlindungi, tetapi juga bisa menjadi destinasi wisata sejarah dan edukasi yang membanggakan bagi Kabupaten Tebo dan Provinsi Jambi secara keseluruhan.(.Oeoes)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *